20 February 2020, 04:50 WIB

Daerah Diminta Kejar Target Stunting


(Ata/H-2) | Humaniora

DALAM Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2020, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta agar daerah menggiatkan upaya promotif dan preventif di puskesmas dalam mengatasi masalah stunting, kematian ibu, dan kematian bayi. Ia pun mengkritik para kepala dinas kesehatan yang masih fokus pada langkah kuratif.

"Tdak mungkin terlaksana dengan baik turunnya kalau tidak kembali ke promotif dan preventif. Impossible. Gimana caranya, mengejar, kok, mengejar penyakit?" ucap Terawan saat membuka Rakerkesnas di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.

Ketiga hal itu jadi target Presiden Joko Widodo yang dibebankan kepada Menkes Terawan. Mengutip data Bank Dunia, sebanyak 54% dari 136 juta angkatan kerja Indonesia saat ini ialah mantan anak yang mengalami stunting atau anak bertubuh kerdil.

Pada bagian lain, dalam upaya meningkatkan pelayanan di puskesmas, Menkes akan mengejar akreditasi puskesmas di seluruh Indonesia. Sejak 2015 hingga 2019 baru 9.153 puskesmas yang sudah terakreditasi. Namun, menurut Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Farichah Hanum, konsep akreditasi puskesmas perlu ditinjau ulang. "Karena pembiayaan yang mahal, penerapan standar belum menjadi budaya sehingga menyita waktu dan memengaruhi pelayanan," katanya. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT