19 February 2020, 22:12 WIB

Ekspor Impor Januari 2020 ikut Terdampak Virus Korona


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, kinerja ekspor dan impor Indonesia makin tertekan sejak mewabahnya virus korona COVID-19. Pasalnya di empat kuartal 2019, kinerja perdagangan Indonesia telah mengalami pelemahan.

Adanya virus korona mengakibatkan turunnya kinerja perdagangan Tiongkok dan menjalar ke perdagangan Indonesia.

"Konsumsi dari RRT yang turun drastis dan terbatasnya mobilitas membuat permintaan pada barang produksi Indonesia menurun. Dapat dilihat dari permintaan CPO dan batu bara yang turun," jelas menkeu dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (19/2).

Kementerian keuangan mencatat, pertumbuhan ekspor Indonesia di Januari 2020 turun 3,75% secara tahunan menjadi US$14,28 miliar. Angka itu juga lebih rendah ketimbang capaian ekspor di Desember 2019 yang mencapai US$14,47 miliar.

Baca juga : Virus Korona Ikut Kikis Optimisme Ekonomi Indonesia

Melemahnya kinerja ekspor, ujar Menkeu, terjadi karena menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.721.

"Nilai tukar kita terapresiasi karena transaksi arus modal meningkat dan ini menjelaskan kenapa Indonesia termasuk sedikit mata uang yang terapresiasi, ini bagus dari sisi confidence tapi mempeengaruhi kompetitif kita," jelas Ani sapaan karib Sri Mulyani.

Sedangkan di sisi impor, terjadi pula penurunan hingga 4,78% secara tahunan menjadi US$14,28 miliar. Capaian tersebut juga lebih lambat dari Desember 2019 yang sebesar US$14,50 miliar.

"Perdagangan masih perlu diwaspadai, saat ini malah turun karena ada hari libur imlek dan malah ada virus korona. Kita akan terus pelajari dan monitor sambil formulasikan kebijakan untuk mendorong ekonomi kita," terangnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT