19 February 2020, 21:23 WIB

Pilkada Depok: Dukungan Untuk Pradi Dinilai Prematur


Kisar Rajagukguk | Megapolitan

KESEPAKATAN delapan partai politik (parpol) untuk mengusung Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dalam Pilkada Depok tahun ini dinilai prematur. Apalagi dalam waktu dekat parpol yang diisukan mendukung Pradi Supriatna akan mengajukan calonnya sendiri.

"Kesepakatan parpol yang katanya mendukung Pradi Supriatna sangat prematur dan mengandung benih-benih ketidakbulatan suara partai politik yang mendeklarasikannya," kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Kota Depok, Mazhab HM kepada Media Indonesia di DPRD Jalan Boulevard, Kota Kembang, Cilidong, Rabu (19/2).

Sebelumnya disebutkan, enam parpol telah mendeklarasikan dukungan kepada Pradi Supriatna. Mereka bahkan, sedang menggodok siapa bakal calon Wakil Walikota Depok untuk mendampingi Pradi.

Parpol-Parpol itu ialah Partai PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra, PAN, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat (PD) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tetapi dalam perkembangannya, kata Mazhab, belum ada pertemuan langsung dengan Pradi. Sementara, waktu pendaftaran pasangan calon walikota-wakil walikota sudah didepan mata, pada 16-18 juni 2020.

Menurut Mazhab, hal yang lazim bila parpol menarik dukungannya jika perundingan diantara mereka tidak mencapai kesepakatan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono mengaku optimis menghadapi Pilkada Kota Depok nanti. "Saya tidak ingin menyebutkan prediksi perolehan suara, yang penting tim kami akan memaksimalkan sosialisasi program," katanya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Nurhasim mengapresiasi keteladanan  Hardiono yang berani mendekrarasikan maju di pilkada tahun ini dan menangggalkan jabatannya. "Dibandingkan incumbent yang tampak malu- malu, (Idris dan Pradi) menyampaikan keinginannya kepada publik, " katanya.

Nurhasim mengatakan warga Kota Depok ingin figur baru memimpin kota pendidikan yang kebih baik. Mampu memberikan rasa aman dari kriminalitas dan narkoba serta seks bebas.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Lisman Manurung menegaskan menjelang pilkada Depok 2020 ini tentunya persoalan sosial seperti sampah, pendidikan, transportasi, dan kesehatan harus menjadi perhatian calon walikota." Terpenting adalah calon walikota bisa menyelesaikan masalah sosial," tandas Lisman. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT