19 February 2020, 21:35 WIB

DKJ Akui Dieliminir Diskusi Pembangunan TIM


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan

DEWAN Kesenian Jakarta (DKJ) akhirnya membeberkan pihaknya tak pernah diikut sertakan dalam diskusi pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru yang dikelola oleh Jakpro. Hal ini disebutkan oleh Plt Ketua DKJ Danton Sihombing, Rabu (19/2) yang ditemui di Teater Kecil TIM.

Ia mengatakan pihaknya sudah mengirim nama kepada Pemprov DKI diawal pembangunanan sebagai perwakilan pada seniman, namun pada prosesnya secara sepihak nama tersebut dicoret. "DKJ sudah mengajukan tiga nama, termasuk saya yang saat itu masih sebagai Sekretaris Jendral DKJ. Tapi tiga nama dicoret sehingga DKJ dieliminir dalam wilayah diskusi awal revitalisasi," kata Danton.

Mengacu pada surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1018 Tahun 2018 tentang Tim Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta TIM, ia pun menyebutkan lima nama yang ditetapkan sebagai anggota tim revitalisasi perwakilan dari seniman yakni Arie Batubara, Arsono, Hidayat LDP, Yusuf Susilo Hartono, serta Mohammad Chozin.

Revitalisasi yang kini sedang dalam proses pembangunan lokasi parkir dan pembongkaran Gedung Graha Bhakti Budaya. Ini pun DKJ tidak banyak mendapatkan informasi. "Selama setahun kami dibutakan informasi itu (revitalisasi TIM) sesuai dengan kerjanya SK,” katanya.

Pada dasarnya katanya, DKJ mendukung ekspresi semua kelompok warga, termasuk kelompok seniman yang dengan keras menolak pembangunan TIM. Mereka adalah yang memposisikan TIM sebagai bangunan yang menyimpan banyak nilai historis, bahkan TIM sudah menjadi aset kesenian Jakarta. (OL-12)

BERITA TERKAIT