20 February 2020, 03:30 WIB

Dari Muslim untuk Semua Warga Sikka


MI | Nusantara

ASIA Muslim Charity Foundation (ACMF) atau Yayasan Muslim Asia memberikan bantuan kapal kemanusian bagi warga pesisir di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski diberikan Yayasan Muslim kapal tersebut akan melayani seluruh kalangan tanpa memandang Agama.

Speed boat berkapasitas 16 penumpang berukuran panjang 13 meter dengan dua mesin tempel berkekuatan 250 pk tersebut diserahkan ACMF kepada Pemerintah Kabupaten Sikka yang diterima Wakil Bupati Romanus Woga di Hotel Capa, Maumere.

Aktivitas yang akan dilakukan kapal bantuan ACMP itu antara lain mengantarkan bantuan ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang terdiri dari bantuan rumah layak huni, kebutuhan pokok, pemeriksaan kesehatan, khitanan gratis, bantuan air bersih, panel tenaga surya, dan bantuan kursi roda.

Kapal Kemanusiaan 06 itu telah empat kali melakukan kegiatan kemanusiaan di NTT, Yakni di Kepulauan Teluk Maumere dan Kecamatan Talibura. Dalam waktu dekat mereka juga akan memberikan bantuan di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur.

Donatur kapal tersebut berasal dari masyarakat dalam dan luar negeri. “Kapal kemanusian ini digunakan untuk melayani semua agama. Karena kemanusiaan tidak mengenal suku, agama, ras, maupun antargolongan,” kata salah seorang donatur AMCF asal Dubai, Uni Emirat Arab, Mohammed MT Khoory di Maumere, Selasa (18/2).

Ia juga mengatakan,  manusia dilahirkan dari Adam dan Hawa. Oleh karena itu, siapa pun harus saling membantu satu sama lain untuk mencapai kebahagiaan. Ia mengaku senang dapat memberikan bantuan Kapal Kemanusian 06 untuk masyarakat Kabupaten Sikka, karena Sikka merupakan salah satu daerah yang sangat strategis untuk melakukan kegiatan kemanusian.

“Sikka pilihan tepat. Semoga kapal ini bermanfaat bagi masyarakat Sikka,” ujar Khoory.
Ketua Dewan Pembina AMCF Abdul Basith menambahkan, dalam Islam indikator manusia terbaik ialah mereka paling banyak memberi manfaat bagi sesama. Menurutnya, meski AMCF menggunakan kata ‘muslim’, namun tidak membedakan ras atau agama. “Yang terpenting bagi kami, setiap manusia akan kami beri pelayanan saat mereka membutuhkan pelayanan dari kami,” katanya. (PT/N-1)

BERITA TERKAIT