18 February 2020, 14:45 WIB

Prima Wall System Turut Dukung Pembangunan Infrastruktur


mediaindonesia.com | Ekonomi

MEMASUKI periode kedua pemerintahan Jokowi, pembangunan infrastruktur di Indonesia terus dilanjutkan.  Baik pembanguanan jalan tol,  perumahan, maupun saluran air untuk mengendalikan banjir.

Selain itu, bencana banjir telah terjadi di mana-mana. Kebutuhan penataan saluran air jelas sangat mendesak. Selain itu juga perlunya penataan sungai, pembangunan situ, kanal atau waduk-waduk untuk penampungan air.   

Untuk mendukung keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur, perlu adanya pembaharuan teknologi konstruksi agar semakin mudah dikerjakan, lebih cepat, kuat, hemat dan lebih bermanfaat dengan menggunakan tenaga rakyat setempat dan kekayaan sumber alam yang ada.  

Dalam mendukung pembangunan infrastruktur, PT Prima Graha Bangun Tunggal mengembangkan temuan baru untuk pertama kalinya di Indonesia yang dinamakan Prima Wall System disingkat PWS. Dengan PWS, pemilik proyek infrastruktur untung besar, cepat selesai dan mutu terjamin. 

‘’PWS terdiri dari panel-panel beton bertautan yang berbentuk khusus dan berfungsi untuk membuat saluran, turap, serta bak beton. Panel prefab ini berukuran fleksibel dan berbentuk  bujur sangkar atau trapesium,"  kata Indriyanto Isnugroho, ST, MT. alias Bobby, General Manager PT Prima Graha Bangun Tunggal di Jakarta, Selasa (18/2).   

Menurut Bobby, untuk turap dapat berbentuk persegi empat atau silinder. Bobotnya ringan dan dapat diangkut hanya oleh 1 – 2 orang tenaga kerja, tidak memerlukan alat besar dan berat, sehingga panel PWS ideal untuk diterapkan di lokasi yang tidak dapat diakses oleh kendaran. 

Sementara itu, Direktur PT Prima Graha Bangun Tunggal, Ir. Michael Aloen Chandranata mengatakan panel-panel beton PWS telah diaplikasikan untuk berbagai keperluan dalam pembangunan. 

“Jadi PWS telah digunakan untuk pembangunan saluran perkotaan dan saluran tersier, sekunder, bendung, turap, reservoir. Yang jelas menghemat biaya dan waktu," kata Michael.

"Rumah PWS memakai dinding full beton bertulang yang ditanam di tanah dan hal ini jelas  lebih cepat dalam pengerjaan dan hemat dalam pembiayaan. Kelebihannya tahan gempa bila dibanding sistem pondasi batu kali, sloof, kolom beton yang diisi batu bata atau panel-panel,” ungkap Michael. 

Hal senada diungkap Joseph Adrian Chandra, Production & Development PT Prima Graha Bangun Tunggal, bahwa panel-panel PWS sangat mudah diprabrikasi di dekat lokasi proyek. Dan mudah dirangkai menjadi struktur oleh tenaga masyarakat artinya bisa melibatkan dari sumber daya masyarakat setempat.  

‘’PWS sudah membuktikan keandalannya ketika diterapkan untuk membangun turap sepanjang 4 meter di Jonggol Ciputra Group, saluran lebar dan tinggi 1,5 m proyek PLN Talaud, 25 km saluran bentuk trapesium tol Batang- Semarang, 17 km saluran perkotaan sampai dengan pelosok-pelosok Tanggerang," jelas Joseph.

Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1986, PWS telah diandalkan untuk pembangunan pembangunan SEA Games –Olympic Pool, SEA Games –diving pool, Kopassus diving pool, dan proyek saluran samping tol Batang- Semarang. (OL-09)


 

BERITA TERKAIT