19 February 2020, 17:44 WIB

Persebaya Vs Arema Ricuh, Manajemen Minta Maaf


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

SEMIFINAL Piala Gubernur Jatim 2020 yang mempertemukan Persebaya vs Arema FC sepakat digelar di tempat netral tanpa penonton.

Stadion Soepriadi di Blitar menjadi saksi pertandingan yang berjalan lancar, dengan kemenangan Tim Bajul Ijo atas Arema Malang dengan skor 4-2. Namun, suporter Persebaya dan Arema tak terkendali usai pertandingan usai.

Kedua kubu suporter rusuh dan menyebabkan empat sepeda motor rusak dan satu mobil rusak. Massa pendukung bonek dan aremania juga saling lempar batu. Mereka bentrok dari jalan hingga ke area persawahan di Jalan Ciliwung.

Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Hubungan Suporter Persebaya,  Sidik Maulana, menyampaikan permintaan maaf. Terutama bagi warga Blitar yang terganggu dengan aksi pendukung fanatik Persebaya.

“Kita merayakan kemenangan di sana, tapi pergi menimbulkan noda. Bagi kami itu akan menimbulkan sakit hati warga Blitar. Jadi kami meminta maaf untuk kejadian kemarin,” tutur Sidik, Rabu (19/2).

Baca juga: Tanding tanpa Suporter, Fans Persebaya-Arema Tetap Bentrok

Menurut Sidik, zona netral yang ditetapkan pihak penyelenggara seharusnya bukan di Blitar. Mengingat, Blitar merupakan zona yang masih bisa diakses suporter Persebaya dan Arema.

“Seharusnya, zona netral itu adalah zona yang tidak bisa diakses oleh kedua suporter seperti di pusat militer atau kepolisian,” pungkas Sidik.

“Tapi jujur kami menyesal dan kami berharap Arema ikut menyesali kejadian kemarin. Kami sangat bersyukur tak ada korban jiwa,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asprov PSSI, Amir Burhanuddin, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi pelaku melalui video yang merekam keributan antar suporter.

“Kami masih menyelidiki suporter mana. Kami tidak lihat itu suporter mana, itu oknum. Jangan bawa-bawa suporter, yang berbuat itu oknum. Makanya akan kami tindak tegas nanti,” cetus Amir.(OL-11)

BERITA TERKAIT