19 February 2020, 07:10 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp20,6 Triliun


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk menyetujui pembayaran dividen untuk tahun ini sebesar Rp20,6 triliun (sekitar Rp168,1 per lembar saham) atau 60% dari total laba bersih pada 2019, yakni Rp34,4 triliun.

Keputusan itu diambil setelah BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 di Gedung BRI I, Jakarta, kemarin.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan angka itu naik 27,2% ketimbang dividen tahun lalu sebesar Rp16,2 triliun atau sekitar Rp132,2 per lembar saham. "Adapun earning per share (EPS) perseroan 2019 sebesar Rp279, naik 6,1% daripada EPS 2018 sebesar Rp263," ungkap Sunarso.

Dia menambahkan selain pembagian dividen, RUPST menyetujui laporan tahunan perseroan, termasuk laporan tugas pengawasan yang dilaksanakan dewan komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 serta mengesahkan laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 yang telah diaudit.

"Kemudian, menyetujui laporan tahunan pelaksanaan program kemitraan dan bina lingkungan tahun buku 2019 dan mengesahkan laporan keuangan program kemitraan dan bina lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 yang telah diaudit serta menerima laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi berkelanjutan III Bank BRI tahap I 2019," lanjutnya.

RUPST BRI juga memberikan wewenang dan kuasa kepada pemegang saham seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota dewan komisaris berupa besarnya tantiem tahun buku 2019, dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas serta insentif lainnya untuk tahun buku 2020.

"RUPST memberikan wewenang dan kuasa kepada dewan komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari pemegang saham seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota direksi berupa besarnya tantiem untuk tahun buku 2019, dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas serta insentif lainnya untuk tahun buku 2020," kata Sunarso.

Pada kesempatan itu, RUPST menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan dan laporan keuangan pelaksanaan program kemitraan dan program bina lingkungan tahun buku 2020.

 

Pengurus baru

Dalam RUPST juga memutuskan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebagai Komisaris Utama BRI. Sebagai wakil komisaris utama/komisaris independen, yakni Ari Kuncoro, serta komisaris independen lainnya, Zulnahar Usman, R Widyo Pramono, Rofikoh Rokhim, Hendrikus Ivo, dan Dwi Ria Latifa. Sebagai komisaris lainnya, yakni Nicolaus Teguh Budi Harjanto, Hadiyanto, dan Rabin Indrajad Hattari.

Selanjutnya, untuk jajaran direksi BRI berdasarkan keputusan RUPST 2020, yakni Direktur Utama Sunarso, Wakil Direktur Utama Catur Budi Harto, Direktur Bisnis Mikro Supari, Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah Priyastomo, Direktur Jaringan dan Layanan A Solichin Lutfiyanto, serta Direktur Kepatuha Wisto Prihadi.

Kemudian, Direktur Manajemen Risiko Agus Sudiarto, Direktur Konsumer Handayani, Direktur Human Capital Herdy Rosadi Harman, Direktur Keuangan Haru Koesmahargyo, Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi Indra Utoyo, serta Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN Agus Noorsanto. (Des/RO/S3-25)

BERITA TERKAIT