18 February 2020, 23:44 WIB

KPU Akui Kasus Wahyu Buat Kepercayaan ke KPU Menurun


Deden Muhammad Rojani | Politik dan Hukum

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaaku kepercayaan publik terhadap lembaganya sempat menurun akibat kasus operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Komisioner KPI Wahyu Setiawan.

“Ada di beberapa Media yang melakukan survei terhadap KPU masih cukup tinggi, kalau dulu kepercayaannya itu 80 persen, yang terakhir saya baca itu menurun tapi masih diatas 70 persen,” ungkap Arief, Selasa (18/2) di Jakarta.

Meski demikian, Arief menegaskan jajarannya tetap profesional dalam menjalankan tugas kepemiliuan. Pilkada serentak 2020 pun akan dijadikan sebagai momentum mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPU.

Baca juga : Nasib Gibran sebagai Calon Wali Kota Ditentukan Pekan Depan

“Penting disampaikan kepada publik bahwa peristiwa yang terjadi di KPU kemarin tidak berkaitan dengan kebijakan yang sudah dibuat oleh KPU, artinya kebijakan yang dibuat oleh KPU itu sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku, tidak terpengaruh karena ada tekanan, intervensi, bahkan mungkin karena adanya gratifikasi,” bebernya.

Selain itu, Arief terus mengingatkan seluruh anggota KPU di setiap daerah untuk menjaga transparansi dan integritas dalam menjalankan tugasnya di Pilkada 2020.

“Saya mengingatkan kepada mereka bahwa KPU adalah lebaga nasional yang mandiri, prinsip itu harus tetap dijaga. Lembaga ini sudah dibangun terukur dan tertata rapi, sesuai dengan sistem yang dibangun dengan baik,” pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT