18 February 2020, 23:41 WIB

Full Stack Developer Profesi Digital Paling Dicari Saat Ini


Ghani Nurcahyadi | Teknologi

HINGGA 2030 diperkirakan kebutuhan tenaga teknologi informasi (TI) profesional di Indonesia mencapai 17 juta orang untuk menunjang ekonomi digital Indonesia.

Salah satu profesi paling dicari di bidang ekonomi digital ialah Full stack development yang bisa bekerja sebagai front-enf maupun back-end develper. Meski demikian, ketersediaan full stack developer di Indonesia masih terbatas.

Bukhari Mardius, CEO dari GreenHCM, perusahaan teknologi dalam bidang Human Capital Management, mengamini adanya tantangan tersebut. \

“Di era digital dan terbatasnya talent di bidang IT, banyak start-up yang sudah mulai mencari talent IT bahkan sebelum mereka lulus kuliah," katanya dalam keterangan tertulis.

Baca juga : Bea Cukai Manfaatkan Blockchain untuk Permudah Proses Perdagangan

Bukhari mengungkapkan, kendala menciptakan full stack develper andal di Indoensia ialah tidak sinkronnya pelajaran yang didapat di bangku kuliah dengan realisasi dunia kerja, terutama saat mengembangkan usaha rintisan (startup).

"Kemampuan memecahkan masalah, menghadapi tantangan, pembelajar yang cepat, dan juga mau belajar hal baru pada teknologi, itu yang dibutuhkan perusahaan start-up,” ujarnya.

Tantangan dalam mencari Full Stack Developer ikut dirasakan Alfred Boediman, Managing Director Samsung Research Indonesia. Ia biasanya menggunakan situs khusus untuk mengawasi para software engineer yang kompeten, seperti GitHub atau Stack Overflow.

Akan tetapi Alfred mengaku tetap perlu adanya pengalaman, semangat dan pelatihan agar mereka terbiasa dengan perangkat yang digunakan dalam pekerjaan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pintaria, sebuah portal yang menyediakan berbagai program kuliah dan kursus/pelatihan, mengadakan program Pintaria SUPER30 yang memberi kesempatan beasiswa pelatihan kursus Full Stack Developer dan peluang kerja.

Nilai beasiswa yang diberikan untuk masing-masing peserta sekitar Rp40 juta per orang. Program ini sudah diresmikan pada 10 Februari lalu di Jakarta.

Dalam ajang Pintaria SUPER30, 60 peserta yang tersaring di seleksi awal siap berkomitmen belajar intensif Full Stack Developer secara online selama 6 bulan.

Mereka akan dibekali pelatihan hard skills maupun soft skills. Tiap bulannya ada proses eliminasi untuk menemukan 30 talenta terbaik di akhir periode. Peserta yang lulus dari program akan disalurkan bekerja sebagai Junior Full Stack Developer di perusahaan-perusahaan mitra Pintaria.

Baca juga : Butuh 9 Juta SDM Digital, Kemenristek Gandeng Platform Digital

Di Pintaria Super30, Pintaria menggandeng tokoh-tokoh IT dengan pengalaman puluhan tahun sebagai SUPERmentor untuk mendampingi para peserta selama 6 bulan program berlangsung.

Alfred dan Bukhari akan ikut menjadi mentor dalam program tersebut bersama dengan pakar TI lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Alfred Boediman menyampaikan ekspektasinya terhadap pencarian Full Stack Developer di Pintaria SUPER30,

“Motivation, passion and fun. Bill Gates bahkan pernah mengatakan bahwa komputer lahir untuk memecahkan masalah yang belum ada sebelumnya. Jadi ayo kita buat acara ini sukses bersama-sama!” ucapnya.

Setelah satu minggu dibuka, saat ini jumlah pendaftar Pintaria SUPER30 telah mencapai ribuan orang. Pendaftaran berlangsung sampai 23 Februari mendatang. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT