19 February 2020, 05:25 WIB

Fee Based Topang Pendapatan Maybank


(RO/E-1) | Ekonomi

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mengumumkan peningkatan pendapatan operasional bruto 3,7% menjadi Rp10,8 triliun pada 2019.

Kenaikan pendapatan bruto terutama didukung peningkatan pendapatan nonbunga (fee based income) dalam periode tersebut.

Pendapatan operasional sebelum provisi naik 0,3% menjadi Rp4,4 triliun. Adapun laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) turun menjadi Rp1,8 triliun jika dibandingkan dengan Rp2,2 triliun tahun lalu karena adanya peningkatan provisi sehubungan langkah konservatif yang dilakukan bank dalam melakukan pencadangan kredit. Provisi kerugian kredit naik 35,9% menjadi Rp1,8 triliun per Desember 2019.

Maybank Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan nonbunga 14,1% jadi Rp2,6 triliun pada Desember 2019 terutama didukung pendapatan dari fee global market, bancassurance, investasi, dan fee transaksi jaringan elektronik (e-channel).

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, 2019 kembali menjadi tahun yang menantang. Namun, Maybank Indonesia berhasil memperoleh pendapatan operasional yang baik.

"Fee income yang diperoleh dari transaksi melalui channel M2U, bancassurance, wealth management fee meningkat tajam dan menjadi penopang pertumbuhan pendapatan Maybank Indonesia. Aplikasi mobile banking M2U yang diperbarui dan diluncurkan pada September 2019 menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan fee based income serta peningkatan akuisisi nasabah," ujar Taswin.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia dan Group President and CEO Maybank, Datuk Abdul Farid Alias, mengatakan pihaknya berbesar hati dengan pertumbuhan pendapatan di tengah iklim ekonomi yang menantang.(RO/E-1)

BERITA TERKAIT