18 February 2020, 22:24 WIB

Tanding tanpa Suporter, Fans Persebaya-Arema Tetap Bentrok


Antara | Sepak Bola

KAPOLRESTA Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengungkapkan terdapat empat unit kendaraan sepeda motor yang terbakar saat kejadian bentrokan antara suporter Persebaya Surabaya dan Malang Arema dalam laga semifinal Piala Gubernur Jatim 2020.

"Untuk kendaraan bermotor yang rusak kami masih cek, tapi melihat kondisinya tidak bisa terpakai. Yang rusak empat, dan kami masih identifikasi apakah milik bonek atau dari Aremania," kata Leonard di Blitar, Selasa (18/2) malam.

Baca juga: Menang Derbi Jatim, Persebaya Tantang Persija di Final

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, Leonard mengatakan belum ada laporan kerusakan. Petugas juga tetap siaga terutama mencegah terjadi korban jiwa.

Selain ada kendaraan yang dibakar, terdapat sejumlah suporter yang mengalami luka-luka. Mereka dirawat di rumah sakit, salah satunya karena mengalami patah kaki.

Baca juga: Indra Sjafri Jadi Direktur Teknik, Danurwindo Jadi Penasehatnya

Ia menegaskan, pertandingan semifinal antara Persebaya Surabaya dengan Arema Malang ini digelar tanpa penonton. Namun, nyatanya ribuan suporter Bonek Surabaya dan Aremania Malang tetap datang. Mereka dari berbagai daerah bukan hanya Malang dan Surabaya.

Baca juga: Nadeo Mulai Terbiasa dengan Porsi Latihan Fisik Shin Tae-yong

Dia mengatakan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan pengamanan pertandingan sepak bola. Sebelum pertandingan digelar, juga telah dipetakan berbagai macam kerawanan dan berbagai macam potensi lainnya, mengingat secara historis massa pendukung kedua kesebelasan kurang baik.

"Sebelum pertandingan ada insiden kecil. Mereka bertemu antarmassa pendukung. Kami tindaklanjuti dengan kirim pasukan ke sana, memisahkan mereka, karena kan tidak bisa satu," kata dia.

Hingga pertandingan berakhir, polisi juga terus melakukan pengamanan. Kendati terjadi insiden, pelaksanaan pertandingan bisa lancar digelar tanpa penonton.

Terkait dengan kerusakan fasilitas umum, polisi hingga kini belum ada laporan. Demikian juga dengan aksi penjarahan, karena mayoritas toko di Kota Blitar sudah mulai tutup pukul 12.00 WIB.

"Jadi, di sekitar (Stadion Supriyadi Kota Blitar) pukul 12.00 WIB, sudah tutup semua. Warga yang jualan sudah antisipasi, dan tidak ada laporan terkait penjarahan," kata dia.

Hingga saat ini massa pendukung kedua belah pihak berangsur-angsur mulai meninggalkan Kota Blitar. Polisi juga membantu mereka dengan mengangkutnya menggunakan truk, untuk perjalanan menuju ke kota mereka. (X-15)

BERITA TERKAIT