19 February 2020, 04:30 WIB

Kemenag Terapkan Inovasi Pelayanan Haji 2020


(Bay/H-1) | Humaniora

KEMENTERIAN Agama pada tahun haji 1441 H/2020 M menerapkan 13 inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia. Inovasi pelayanan mencakup penyelenggaraan bimbingan manasik haji sepanjang tahun bagi jemaah haji.

"Selama ini bimbingan manasik haji dilakukan pada waktu-waktu tertentu sehingga ada jemaah yang kesulitan menyesuaikan diri dengan waktu bimbingan," ujar Menteri Agama Fachrul Razi di Jakarta, kemarin.

Buku manasik haji juga disempurnakan untuk memudahkan jemaah memahami seluk beluk pelaksanaan ibadah haji.

Inovasi lain ialah penggunaan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati untuk embarkasi/debarkasi jemaah haji Jawa Barat. Fasilitas pemondokan jemaah di Indramayu tengah dibangun yang ditargetkan bisa digunakan pada musim haji 2021.

Fachrul menambahkan fasilitas pelayanan jalur cepat imigrasi di Tanah Air akan ditambah. "Kalau tahun lalu hanya dinikmati jemaah yang berangkat dari Soekarno-Hatta, tahun ini bisa dinikmati juga jemaah yang berangkat dari Bandara Juanda Surabaya."

Pada musim haji 2020, pemerintah memberi prioritas bagi satu persen dari sekitar 35 ribu kuota haji untuk warga berusia lanjut. Inovasi pelayanan berikutnya ialah membangun Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) untuk memudahkan warga mengakses pelayanan haji yang efektif dan efisien.

Pemerintah, imbuh Fachrul, juga tengah merevitalisasi 24 asrama haji untuk meningkatkan kualitas pelayanan akomodasi. "Sudah selesai 14 asrama dan sisanya tahun ini rampung."

Dalam upaya memperbaiki pelayanan haji, pemerintah menambah frekuensi penyediaan konsumsi untuk jemaah di Mekah dari 40 kali menjadi 50 kali tahun ini. Menteri Agama juga menegaskan pemerintah tidak menaikkan biaya pelayanan haji. (Bay/H-1)

BERITA TERKAIT