18 February 2020, 21:55 WIB

Operasikan PLTU Jawa 8, PLN Bisa Hemat Rp1 Triliun


Faustinus Nua | Ekonomi

PT PLN (Persero) mengklaim dapat menghemat biaya operasional mencapai Rp1 triliun untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi II (PLTU Jawa 8). Hal itu lantaran PLTU berkapasitas 1000 Mega Watt (MW) beroperasi lebih cepat dari target awal.

"Pembangunan PLTU ini berhasil lebih cepat 8 bulan dari target awal operasional yaitu Augustus 2020, ini menunjukkan pasokan listrik PLN semakin aman dan andal, juga siap untuk mendorong pembangunan investasi Indonesia," kata Direktur Bisnis PLN Regional Jawa, Madura dan Bali Haryanto WS melalui keterangan resmi (18/2).

baca juga: PLTU Tanjung Jati B Bakal Jadi Terbesar di Asia Tenggara

Lebih lanjut, PLTU yang telah commercial operation date (COD) pada akhir 2019 tersebut merupakan bagian dari pembangunan megaproyek pemerintah 35.000 MW. Dengan total kapasitas 1000 MW, sebesar 945 MW digunakan PLN dan 55 MW akan dipakai untuk menggerakan mesin di PLTU tersebut.

Adapun PLTU Jawa 8 menggunakan teknologi ultra superkritikal, yang ramah lingkungan dan akan meningkatkan efisiensi sebesar 42%.

"Dengan nilai investasi sebesar US$1,4 miliar atau Rp19 triliun, pembangunan pembangkit besar ini berhasil menyerap sebanyak 4.200 tenaga kerja dan akan menyuplai listrik sekitar 1.050.000 pelanggan rumah tangga 900 VA," imbuhnya.

Secara keseluruhan terdapat empat investasi energi kelistrikan PLTU di Cilacap, meliputi PLTU Adipala dengan kapasitas 660 MW, PLTU Cilacap 1 dan 2 kapasitas 2×300 MW, PLTU Cilacap Ekspansi 1 kapasitas 1×660 MW, dan PLTU Cilacap 2 kapasitas 1×1000 MW.

"Tenaga kerja yang diserap untuk mengoperasikan lima PLTU dengan total kapasitas 2.920 MW yang ada di Cilacap adalah sekitar 6.000 orang yang tentunya ini akan mendorong tumbuhnya ekonomi di Cilacap," pungkasnya. (Van/A-1)

 

BERITA TERKAIT