18 February 2020, 19:58 WIB

Pemerintah Berupaya Tambah Kuota Haji 2020


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MENTERI Agama, Fachrul Rozy, menyatakan pemerintah berupaya menambah kuota haji sebanyak 10 ribu jemaah pada musim haji 2020. Sehingga, total kuota haji Indonesia dapat meningkat, dari 221 ribu jemaah menjadi 231 ribu jemaah.

"Dengan dukungan Bapak Presiden Jokowi dan DPR, kita terus mengupayakan penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu. Sehingga, totalnya menjadi 231 ribu," kata Fachrul dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/2).

Fachrul mengungkapkan Kerajaan Arab Saudi telah memberi lampu hijau untuk penambahan kuota. Namun, mereka meminta Indonesia untuk mengajukan izin kepada Organisasi Konferensi Islam (OKI). Apabila penambahan kuota haji tercapai, pemerintah akan memprioritaskan calon jemaah kategori lanjut usia (lansia).

Meski Indeks Kepuasan Jemaah Haji (IKJH) Indonesia 2019 sangat memuaskan, pihaknya terus melakukan peningkatan layanan. Fachrul berharap IKJH menjadi pemicu untuk memperbaiki penyelenggaraan haji. Dia mengungkapkan sejumlah inovasi pelayanan haji, seperti penguatan program manasik dan sertifikasi pembimbing ibadah haji. Manasik sepanjang 2020 ditargetkan menyasar 34 provinsi.

Baca juga: Musim Haji, Diusulkan hanya Pemegang Visa Haji bisa ke Arab Saudi

Hingga saat ini, Manasik sudah diadakan di 13 provinsi. Di antaranya Yogyakarta, Banten, Gorontalo, Maluku Utara, NTT, Bali, Sumatra Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Dengan program ini, jemaah dapat mengikuti bimbingan manasik haji kapan pun. Selain itu, juga dilakukan penyempurnaan buku manasik agar lebih mudah dipahami jemaah.

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan Bandara Kertajati di Jawa Barat. Setelah sempat tertunda, pada tahun ini Bandara Kertajati resmi ditetapkan sebagai embarkasi/debarkasi jemaah haji asal Jawa Barat. Hal ini diharapkan mempermudah keberangkatan dan kepulangan jemaah haji. Kementerian Agama juga tengah membangun Asrama Haji Jawa Barat di Indramayu yang ditargetkan dapat beroperasi pada musim haji 2021.

Inovasi lainnya, Kementerian Agama menambah layanan fast track (jalur cepat) keimigrasian. Jika tahun lalu hanya dinikmati jemaah yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta, tahun ini juga akan dinikmati jemaah yang berangkat dari Bandara Juanda Surabaya. Dengan fast track, proses keimigrasian dapat dilakukan di Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Juanda. Sehingga, saat tiba di Bandara Jeddah atau Madinah, jemaah tidak perlu antre lama, dan bisa langsung menuju bus.(OL-11)

 

 

 

BERITA TERKAIT