19 February 2020, 07:05 WIB

Pertamina dan Petronas Kerjasama Supply Rp7 Triliun


Hilda Julaika | Ekonomi

Pertamina dan Petronas menandatangani Perjanjian Framework Jual Beli Minyak Mentah 2020.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman penandatanganan kerja sama ini merupakan salah satu rangkaian kerjasama dari kesepakatan yang telah ditandatangani kedua perusahaan pada Februari 2019 lalu.

“Kerja sama ini sebagai bagian dari upaya Pertamina untuk meningkatkan ketahanan energi nasional melalui optimalisasi supply chain minyak mentah yang efisien oleh kedua belah pihak,” ujar Fajriyah melalui keterangan resminya kepada Media Indonesia, Selasa (18/2).

Lebih lanjut  Fajriyah menjelaskan Pertamina memiliki ladang minyak di Malaysia, begitu juga Petronas memiliki ladang minyak di Indonesia. Untuk itu, kedua perusahaan dapat bersinergi untuk mensuplai hasil produksi minyak mentah ke kilang domestik di masing-masing negara. Kilang domestik ini secara geografis lebih dekat dengan sumber kargo sehingga lebih efisien logistiknya.

“Pertamina saat ini sedang melakukan optimalisasi kilang serta pembangunan megaproyek RDMP dan GRR, sehingga kerjasama ini memiliki nilai strategis untuk pengembangan bisnis di masa depan,” imbuh Fajriyah.

Fajriyah pun menambahkan pada tahun ini, Pertamina dan Petronas menyepakati supply agreement dengan nilai kurang lebih US$500 juta (Rp7 triliun) dan potensi kolaborasi lainnya mencapai total transaksi sebesar US$1 miliar.

“Kerjasama di sektor migas ini juga akan membuka peluang kerjasama di sektor keuangan untuk penggunaan mata uang lokal dan pembayaran dengan skema offset sehingga mengurangi kebutuhan valas untuk membantu penguatan nilai rupiah,” pungkasnya. (Hld/E-1)

BERITA TERKAIT