18 February 2020, 19:00 WIB

Trump Berencana Serang Venezuela, Maduro Tidak Takut


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Venezuela, Nicolas Maduro, mengatakan dirinya tidak takut dengan pertempuran militer. Pernyataannya merespons langkah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang disinyalir berencana menyerang Venezuela dengan dukungan sekutu regional.

"Kami tidak menginginkan perang, kami tidak menginginkan kekerasan, kami tidak menginginkan terorisme. Tetapi, kami tidak takut dengan pertempuran militer dan kami akan menjamin perdamaian," ujar Maduro dalam pidato yang disiarkan televisi lokal, Selasa (18/2).

"Donald Trump yakin bahwa Venzuela mudah untuk dimasuki," seru pemimpin sosialis, yang menuduh AS telah mengumpulkan pasukan tentara bayaran.

Baca juga: Trump Bekukan Seluruh Aset Pemerintah Venezuela di AS

AS merupakan salah satu dari 50 negara yang mengakui pemimpin oposisi, Juan Guaido, sebagai presiden sementara Venezuela. Tepatnya setelah pemilihan umum 2018 yang dikecam secara luas. Akan tetapi, Maduro masih mendapat dukungan dari Turki, Rusia, Tiongkok, dan Kuba.

Maduro menyebut latihan militer dilakukan selama akhir pekan, untuk mengantisipasi rencana serangan yang diatur AS, Kolombia dan Brasil. Berdasarkan data resmi, sekitar 2,4 juta tentara dan anggota milisi sipil dikerahkan di seluruh negeri.

Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino, mengatakan latihan tersebut dilakukan berdasarkan ancaman nyata, bukan yang dibayangkan. Trump bertekad menghancurkan pemerintahan Maduro dalam pidato kenegaraan tahunan di Kongres, yang juga dihadiri Guaido, awal bulan ini.(RFI/OL-11)

BERITA TERKAIT