18 February 2020, 18:13 WIB

Bea Cukai Manfaatkan Blockchain untuk Permudah Proses Perdagangan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

DIREKTORAT Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan International Business Machine (IBM) Indonesia bakal menggunakan TradeLens, platform digital berbasis teknologi blockchain.

Melalui TradeLens yang dikembangkan IBM dan A.P Moller-Maersk, DJBC mampu melacak dan berbagi informasi pengiriman barang secara global dengan sesama pengguna platform itu.

Tujuan penggunaan TradeLens ialah efisiensi alur kerja, transparansi dan peningkatan keamanan.

Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Agus Sudarmadi menuturkan, kerja sama yang dijalin dengan IBM merupakan salah satu solusi untuk memudahkan proses perdagangan.

Pasalnya, dari penggunaan TradeLens, proses pembuatan dokumentasi akan jauh lebih mudah. Terlebih penggunaan konsep kolaborasi Application Programing Interface (API) di dalamnya akan memudahkan segala bentuk kegiatan perdagangan lantaran hanya perlu menggunakan satu platform.

Baca juga : Fintech dan Perbankan Perlu Gotong Royong

"Semua kegiatan logistik termasuk pengiriman barang menggunakan angkutan truk, pergudangan dan pengiriman melalui laut baik itu global ataupun domestik bisa sekaligus dilakukan di satu platform," ujar Agus dalam konferensi pers di Ciputra World 1, Jakarta, Selasa (18/2).

TradeLens, tambah Agus, akan membantu DJBC dalam memberikan visibilitas, prediktibilitas dan keamanan yang akan menjadi aset untuk memfasilitasi perdagangan dan transportasi.

Menurutnya, hal terpenting untuk menjaga dan mengembangkan kerja sama tersebut ialah soal kepercayaan. Kepercayaan itu terlahir dari informasi yang didapat dalam kegiatan perdagangan. Ujungnya ialah DJBC akan berhasil menekan duplikasi.

"Dengan teknologi ini arus data sejak awal bisa kita lacak secara real time dan mengurangi proses administrasi. Kita dapat data besar sehingga dalam membuat kebijakan dapat dilakukan dengan mudah ketimbang nerbasis dokumen konvensional," jelas Agus.

Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur IBM Indonesia Tan Wijaya mengungkapkan apresiasinya pada DJBC yang mau memperluas ekosistem logistik nasional (national logistic ecosystem/NLE) dengan menggunakan sistem CEISA 4.0 yang berkolaborasi dengan TradeLens.

Baca juga : Dipimpin Intudo Ventures, Populix Raih Pendanaan 1 Juta Dollar AS

DJBC juga merupakan lembaga pemerintah ketiga di Asia Tenggara yang menggunakan platform digital berbasis teknologi blockchain.

"Kami percaya, TradeLens dan penerapan teknologi blockchain dalam berbagai bentuk akan menguntungkan semua pemangku kepentingan di ekositem logistik dan mendorong modernisasi perdagangan secara menyeluruh di berbagai kegiatan," terang Tan.

Apalagi menurutnya saat ini nilai pengiriman barang lintas perbatasan internasional mencapai 16 triliun dolar AS setiap tahunnya dan 80% diantaranya dikirim melalui jalur laut.

Prosedur pengiriman konvensional dinilai kerap menghambat alur logistik dan informasi acap kali tidak konsisten dan tidak akurat.

Oleh karenanya, sambung Tan, keputusan DJBC untuk memanfaatkan TradeLens dinilai tepat. Hal iti karena berbagai hambatan proses logistik dapat ditekan dan diatasi. (OL-7)

BERITA TERKAIT