18 February 2020, 17:59 WIB

Dinkes Sumsel Observasi 31 Warga Sumsel yang Pulang dari China


Dwi Apriani | Nusantara

Wabah virus korona masih menjadi momok menakutkan bagi berbagai pihak. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat harus dilakukan untuk mengantisipasi masuknya wabah ini, termasuk mengambil tindakan dan gerak cepat untuk menangani jika ditemukan kasus tersebut.
Hal itu juga yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

Hingga saat ini tercatat ada sebanyak 31 orang warga Sumsel yang baru melakukan perjalanan ke China. Untuk itu, Dinkes Sumsel bekerja sama dengan KKP serta Dinkes di 17 kabupaten kota melakukan observasi terhadap mereka.

Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinkes Provinsi Sumsel, Yusri, mengatakan mereka terdiri dari mahasiswa, tenaga kerja migran, dan wisatawan. "Adapun 31 warga tersebut terdiri atas 24 mahasiswa, 2 tenaga kerja migran, 4 tenaga kerja asing, dan satu orang wisatawan. Rinciannya, 18 orang di Palembang, 3 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir ada 2 orang, dan satu orang dari Musi Banyuasin," jelas Yusri, Selasa (18/2)

Observasi atau pengawasan ini, imbuh Yusri, dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan di daerah masing-masing. "Minimal hingga 14 hari setelah mereka tiba di Sumsel," katanya.

Menurut Yusri, 31 orang tersebut bukan berasal dari Kota Wuhan, sebagai area yang diduga menjadi endemik virus corona. Oleh sebab itu, mereka tetap diperkenankan kembali ke Sumsel, tapi mereka
tetap harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelumnya.
"Jadi mereka ini bukan yang dari Wuhan, karena Wuhan sudah diisolasi. Kalau pun bisa pulang mereka harus dievakuasi dan itu
sudah wewenang pemerintah, seperti WNI yang menjalani karantina di Natuna," katanya.

Yusri menambahkan, selama masa observasi 31 orang tersebut diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan tersebih dahulu minimal hingga 14 hari ke depan. mereka lebih disarankan untuk beristirahat di rumah serta selalu memakai masker.

"Petugas akan mendatangi mereka untuk mengecek kesehatan mereka setiap hari. Jika nantinya ditemukan ada gejala yang mengarah ke dugaan virus corona akan segera ditindaklanjuti," tandasnya. (DW)

 

BERITA TERKAIT