18 February 2020, 15:24 WIB

Pawang Buaya Minta Izin Gantikan Ahli Australia Selamatkan Buaya


Mitha Meinansi | Nusantara

KEHADIRAN ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson belum berhasil membuahkan hasil dalam penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu, Sulawesi Tengah.

Mereka juga harus kembali ke negara asal mereka karena izin tinggal di Indonesia telah berakhir.

Ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matthew Nicolas Wright (kanan) dan Chris Wilson. (Antara)

Matthew Nicolas Wright pada Selasa  (18/2) harus kembali ke Australia menyusul rekannya, Christoper Wilson, yang telah pulang terlebih dahulu.

Baca juga: Tiga Tahun Berlalu, Buaya di Palu masih Berkalung Ban Motor

Matthew berjanji akan kembali ke Kota Palu dengan membawa peralatan lebih lengkap dan canggih untuk menyelamatkan buaya tersebut.

"Jika buaya itu belum dapat diselamatkan, saya akan kembali lagi pada  Mei dengan menggunakan teknologi dan membawa peralatan yang lebih  canggih," ujar Matthew.

Selama sepekan berada di Kota Palu, mereka telah melakukan berbagai teknik dalam  menangkap buaya muara di Sungai Palu untuk membebaskan buaya tersebut dari jeratan ban motor bekas di leher buaya.

Namun, semua upaya yang dilakukan mereka bersama Satgas Penanganan Satwa BKSDA Sulawesi Tengah belum  berhasil dilakukan. Ban motor bekas yang menjerat buaya muara itu belum  dapat dikeluarkan dari leher buaya.

Baca juga: Pemerhati Australia Turut Selamatkan Buaya Berkalung Ban

Mereka gagal menangkap buaya berkalung ban itu meski sudah menggunakan beberapa metode. Yang terakhir adalah dengan menggunakan harpun yang ditombakkan ke kulit buaya.  

Pasalnya, alat itu terlepas karena mata harpun bengkok ketika mengenai kulit buaya. Adapun dalam upaya berikutnya, harpun tersangkut jala nelayan di Teluk Palu.

Baca juga: Buaya Berkalung Ban Berpindah-pindah, BKSDA Sulit Menangkap

Meski demikian saat ini ada pawang buaya dari Palopo, Sulawesi Selatan sedang mengajukan permohonan izin untuk menangkap buaya berkalung ban itu. Sang pawang yang akan dibantu kedua anaknya menyatakan akan berhasil melakukan tugas hanya dalam waktu tiga malam. (X-15)

BERITA TERKAIT