18 February 2020, 14:18 WIB

Kendaraan arah Jakarta di Tol Purbaleunyi Dibatasi


Depi Gunawan | Nusantara

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat bakal membatasi kendaraan untuk sementara waktu di Tol Purbaleunyi. Hak ini terkait terjadinya longsor di pinggir tol tersebut.

Sebagai tahap awal menerapkan rencana tersebut, Ditlantas Polda Jabar telah melaksanakan rapat internal dengan jajaran lalu lintas. Selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan rapat kembali dengan Jasa Marga serta Dinas Perhubungan.

Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes Eddy Djunaedi menerangkan, rekayasa lalu lintas hanya berlaku untuk arus lalu lintas menuju Jakarta, sementara arus menuju Bandung masih diberlakukan seperti biasa.

"Rekayasa lalu lintas hanya berlaku untuk kendaraan dari Bandung menuju Jakarta. Kendaraan kecil golongan I menuju Jakarta normal seperti biasa melewati jalur Purbaleunyi," kata Eddy, Selasa (18/2).

Dari hasil rapat dengan pihak terkait lainnya, lanjut Eddy, baru dapat diputuskan kendaraan golongan mana saja yang harus dibatasi di tol Purbaleunyi. Kemungkinan sementara, kendaraan yang akan dibatasi untuk
kendaraan golongan dua ke atas.

"Nanti kalau memang sudah ada hasil rapat, kita akan siapkan rekayasa pengalihannya," ungkap Eddy.

Eddy menuturkan, saat ini kendaraan jenis golongan satu seperti sedan, jip, pick up, masih dapat melintasi kawasan titik longsor. Meski begitu, kendaraan-kendaraan itu diarahkan untuk menggunakan lajur sebelah kanan.

Di KM 118, masih ada dua lajur yang masih dapat digunakan dan dilewati kendaraan dengan aman. Namun lajur paling kiri atau jalur penyelamatan, tidak direkomendasikan untuk dilintasi, karena berdekatan dengan titik
longsor.

"Saat ini dua lajur paling kanan masih aman dan dapat dilalui. Untuk jalur yang sebelah kirinya sudah dipasang pasang traffic cone agar tidak di lintasan kendaraan," terangnya.

Sebelumnya, saat Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau lokasi longsor, Basuki menyarankan pembahasan beban kendaraan untuk sementara waktu.

"Lebih baik kalau ingin save, kendaraan berat sementara di-reroute dulu sambil menangani ini," kata Basuki, Senin (17/2) sore. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT