18 February 2020, 17:00 WIB

Selain untuk Keamanan, Penciuman Anjing Berguna Bagi Pertanian


Melalusa Susthira K | Weekend

PERAN indra penciuman anjing untuk membantu manusia dalam hal keamanan guna mendeteksi dan melacak sudah tidak diragukan lagi. Tapi bagaimana bila penciuman anjing diperbantukan dalam membantu pertanian?

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa penciuman anjing ternyata dimungkinkan untuk membantu menyelamatkan pohon jeruk yang terserang sakit. Lewat indera penciumannya anjing dapat mendeteksi penyakit tanaman citrus vein phloem degeneration (CVPD) atau yang kerap disebut penyakit naga kuning.

Penyakit naga kuning tersebut banyak menyerang pertanian pohon jeruk di negara bagian Florida, California, dan Texas, Amerika Serikat (AS). Penyakit ini juga menyebabkan tanaman jeruk di Amerika Tengah dan Selatan serta Asia menjadi rusak.

Penyakit naga kuning dapat membuat jeruk menjadi kehijauan karena bakteri yang disebarkan oleh serangga kecil yang memakan daun dan batang pohon jeruk tersebut. Bila pohon jeruk sudah terlanjur terinfeksi maka tidak ada obatnya untuk memulihkannya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences itu menunjukkan bahwa anjing-anjing dapat mendeteksi penyakit naga kuning berminggu-minggu hingga bertahun-tahun sebelum penyakit itu menampakannya pada daun dan akar pohon jeruk.  

Dalam satu percobaan yang melibatkan pohon jeruk di Texas, anjing terlatih 95% benar dalam menunjukkan perbedaan antara pohon jeruk yang baru terinfeksi dan pohon jeruk yang sehat.

Laporan itu juga menyebut bahwa menggunakan indera penciuman anjing ternyata juga lebih cepat, murah, dan tepat daripada mengumpulkan ratusan daun untuk analisis lab guna mendeteksi penyakit naga kuning.

"Semakin dini Anda mendeteksi suatu penyakit, semakin besar peluang Anda untuk menghentikan epidemi dengan menghilangkan pohon yang terinfeksi," terang seorang peneliti di Departemen Pertanian AS dan penulis pendamping penelitian, Timothy Gottwald kepada The Associated Press. (M-1)

BERITA TERKAIT