18 February 2020, 13:54 WIB

Korban Tewas Akibat COVID-2019 Bertambah dan Capai 1.868 Orang


Deri Dahuri | Internasional

JUMLAH korban meninggal akibat wabah virus korona masih terus bertambah di Tiongkok Daratan. Hingga Senin (17/2) malam, korban meninggal telah mencapai 1.868 orang setelah korban yang meninggal bertambah 93 orang di Provinsi Hubei dan lima orang lainnya di wilayah Tiongkok.

Komisi Kesehatan Tiongkok melaporkan perkembangan wabah virus korona yang disebut COVID-2019 tersebut, Selasa (18/2). 

Stasiun televisi pemerintah juga melaporlan bahwa dr.Liu Zhiming, Direktur Rumah Sakit Wuchang, Wuhan, meninggal pada Selasa (18/2) pagi.  Dokter Liu menjadi salah satu korban meninggal baru akibat virus korona baru.   

Pemerintah Tiongkok juga melaporkan 1.886 kasus infeksi virus korona baru di negaranya, tetapi sebagian besar kasus baru berada di Hubei. Kini total kasus COVID-2019 telah mencapai sedikitnya 72.436 orang.   

Baca juga : IMF: Virus Korona Bisa Rusak Pertumbuhan Ekonomi Global 2020

Dalam perkembangan yang dilaporkan situs yang berada di Beijing, Caixin, Selasa (18/2), bahwa lebih dari 3.000 petugas medis di Tiongkok telah terinfeksi virus korona. Data tersebut hampir dua kali dari data yang dilaporkan pemerintah Tiongkok.  

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, Selasa (18/2), bahwa WHO menentang reaksi berlebihan dalam merespons wabah virus korona.

"Semua tindakan harus diambil secara proporsional sesuai situasi. Tindakan yang menutupi juga tidak akan membantu," kata Ketua WHO  Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawa di Jenewa, Swiss.

Direktur Rumah Sakit Wuhan Liu Zhiming meninggal 

Kepala rumah sakit terkemuka di Kota Wuhan, yang menjadi episenter wabah virus korona, meninggal akibat virus korona, Selasa (18/2). Direktur RS Wuchang, Wuhan, dr.Liu Zhiming, dilaporkan meninggal pada Selasa (18/2) pagi.

Sementara itu, jumlah warga Filipina yang menjadi penumpang kapal pesiar Diamond Princess dan diduga terinfeksi virus korona bertambah menjadi 35 orang.

Sebelumnya, delapan warga Filipina yang menjadi penumpang Diamond Princess telah diagnosa positif terinfeksi virus korona.

Dalam pernyataannya, Selasa (18/2), Departemen Hubungan Luar Negeri Filipina mengatakan total warga Filipina yang terinfeksi yang turut bersama kapal pesiar yang sempat berlabuh di Kota Yokohama, Jepang, menjadi 35 orang. .

Di kapal pesiar Diamond Princess, sebanyak 531 orang dari Filipina menjadi awak kapal dan tujuh orang menjadi penumpang. (OL-09)

BERITA TERKAIT