18 February 2020, 12:45 WIB

AS Dukung Komitmen Indonesia Perkuat Ketangguhan Iklim


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

DALAM kemitraan dengan pemerintah Indonesia, pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) merayakan empat tahun kemitraan dalam membangun ketangguhan iklim dan bencana di Indonesia.

Melalui program Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK), USAID dan pemerintah Indonesia menggerakkan lebih dari US$ 3,7 juta untuk meningkatkan kapasitas ketangguhan iklim dan bencana di Indonesia. Berikut, membantu lebih dari 40.000 orang di Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Maluku, beradaptasi terhadap perubahan iklim dengan lebih baik.

Direktur USAID Indonesia, Ryan Washburn, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung tujuan Indonesia dalam mencapai kesejahteraan ekonomi yang inklusif dan pembangunan berkelanjutan.

"Kemitraan kita melindungi masyarakat dan keluarga di Indonesia, menjaga mata pencaharian mereka dari ancaman global perubahan iklim, demi generasi masa depan," ujar Ryan Washburn dalam acara penutupan program USAID APIK di Jakarta, Selasa (18/2).

Dia menjelaskan USAID APIK juga bekerja sama dengan masyarakat dan perusahaan, untuk memperkuat ketangguhan Indonesia terhadap risiko perubahan iklim.

Kegiatan ini memperkuat proses dan pengelolaan risiko perubahan iklim dalam kegiatan operasional perusahaan. Serta, mendukung masyarakat untuk mengambil keputusan yang bisa menghemat biaya, menyelamatkan jiwa, dan juga melindungi mata pencaharian dari risiko bencana akibat perubahan iklim.

Baca juga: AS dan Indonesia Perluas Kerja Sama untuk Akhiri TBC

"Bersamaan dengan itu, mau menyelaraskan kembali bantuan kami. Sehingga bisa lebih masuk dan selaras dengan RPJM yang sedang disusun Indonesia. Kami juga memahami bahwa di tingkat nasional dan lokal itu prioritas. Mungkin ada perubahan, makanya kami berusaha menyelaraskan hal itu dengan bantuan kami 5 tahun ke depan," papar Ryan.

Ada empat sektor prioritas perubahan iklim dalam RPJMN 2020-2024, yaitu kelautan pesisir, air, pertanian dan kesehatan dengan indikasi pendanaan sekitar Rp 43 triliun.

USAID APIK merupakan salah satu inisiatif USAID di Indonesia, yang menunjukkan kemitraan yang kuat antara kedua negara. Saat ini, USAID sedang menyusun Strategi Kerja Sama Pembangunan yang baru untuk periode 2020-2025. Lembaga itu juga terus berkolaborasi dengan mitra Indonesia dalam penyusunan dan pelaksanaan program di masa depan.

Chief of party USAID APIK, Paul Jeffery, mengatakan program tersebut berkontribusi dalam perencanaan dan penganggaran pemerintah tingkat nasional dan daerah. Sekaligus, meningkatkan akses informasi iklim dan cuaca, mengembangkan kemitraan strategis bersama sektor swasta dan mengimplementasikan kegiatan ketangguhan di tingkat masyarakat.

USAID APIK bekerja di tingkat nasional dan menyasar 12 kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Maluku, yang mewakili lanskap daerah aliran sungai, pesisir dan pulau-pulau kecil.

"Memang APIK (program) akan selesai sekitar 6 bulan, lebih cepat dari rencana awal 5 tahun. Namun, yang terpenting dalam waktu ini semua hasil yang diharapkan sudah dicapai. Berarti tidak ada kekurangan, banyak kegiatan yang sudah jalan di 3 provinsi. Termasuk kegiatan adaptasi perubahan iklim dan mitigasi bencana," pungkas Paul.(OL-11)

BERITA TERKAIT