18 February 2020, 11:57 WIB

Voting Cawagub DKI, Gerindra Ingin Terbuka, PKS Tertutup


Yanti Nainggolan | Megapolitan

GERINDRA dan PKS berbeda pendapat soal pemilihan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta. Gerindra ingin pemilihan terbuka, sementara PKS sebaliknya.

"Kalau saya maunya terbuka," ujar Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI M Taufik saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Selasa (18/2).

Alasannya, supaya transparan pada publik. Metode tersebut adalah bagian dari bentuk pertanggungjawaban kepada konstituen. Selain itu voting terbuka juga menghindari praktik money politik.

"Supaya tidak ada suudzon (berprasangka buruk)," imbuh Wakil Ketua DPRD DKI tersebut.

Baca juga: Gerindra Buka Opsi Voting Terbuka Pemilihan Wagub DKI

Namun, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI M Arifin tidak sependapat. Menurut dia, pemilihan harus dilakukan secara tertutup.

"Kalau mengikuti draf pansus (panitia khusus) itu tertutup voting-nya," ujar dia saat ditemui pada kesempatan yang sama.

Ia menjelaskan, aturan tersebut berdasarkan draf pansus dari anggota DPRD periode sebelumnya. Lebih detail, metode tertutup disebutkan dalam Pasal 21.

"Ya kita ikuti yang disepakati oleh teman-teman yang lamalah, supaya tidak membuat yang baru lagi," ia menanggapi.

Ia berharap tidak perlu ada lagi pembentukan pansus baru sehingga draf tata tertib (tatib) yang sudah dibuat langsung dilaksanakan. Tujuannya supaya Gubernur DKI Anies Baswedan tidak kelamaan menjomlo.

Hari ini, Selasa (18/2), DPRD mengadakan rapat gabungan Pimpinan DPRD lanjutan terkait pembahasan tatib pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta. Topik yang dibahas adalah pasal-pasal dan dialog antara cawagub dan para anggota dewan. (OL-1)

BERITA TERKAIT