18 February 2020, 08:40 WIB

Demokrat Pertanyakan Kinerja Prabowo


Media Indonesia | Politik dan Hukum

POLITIKUS Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai hasil survei yang menempatkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai menteri dengan kinerja terbaik, sangat tidak masuk akal dan sangat subjektif. Pasalnya, prestasi Prabowo tidak istimewa.

“Menhan jadi menteri terbaik itu dasar penilaiannya apa? Tolok ukurnya apa? Memang apa yang sudah dikerjakan Menhan selain jalan-jalan keliling dunia? Enggak ada kan? Masa survei dijadikan penilaian kinerja? Itu namanya subjektif dan tentu tidak masuk akal,” kata Ferdinand kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Hasil yang tidak masuk akal itu dinilai Ferdinand mungkin saja orang yang disurvei itu dulu pendukung Prabowo saat pilpres atau kader Gerindra. Ferdindand menambahkan, jika publik objektif menilai, seharusnya ada dua menteri yang layak, yaitu Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

“Kenapa dua menteri ini saya sebut karena gebrakan dan kinerja mereka jelas. Erick bereskan BUMN bobrok dan Luhut mendatangkan investasi yang jadi urat nadi ekonomi kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Indo Barometer merilis hasis survei Menteri Jokowi dengan kinerja terbaik. Dari survei dalam rangka 100 hari pemerintahan Jokowi-Amin itu, Prabowo mendapatkan 26,8%, diikuti Menteri Keuangan Sri Mulyani 13%, dan Erick Thohir (12%). Adapun Menteri Agama Fachrul Razi mendapatkan nilai merah. Survei ini melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Dalam merespons survei itu, pengamat Indo Barometer, M Qodari, menjelaskan Indo Barometer memberikan perta­nyaan terbuka pada responden. Mereka diminta menyebutkan satu nama menteri yang kinerja dianggap bagus. “Prabowo disebut kinerjanya bagus karena menteri yang paling dikenal. Karena dikenal persepsi masyarakat menganggap kinerjanya bagus,” terangnya ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Lalu dari pertanyaan itu, terang Qodari, responden diminta menjelaskan alasan mereka. Banyak yang menjawab kinerjanya nyata (19,5%), tegas (18%), sudah berpengalaman (16%), dan lain-lain.  “Demokrat mungkin saja tak setuju karena ada menteri lain yang dianggap bagus dan kriterianya berbeda,” tukasnya.

Sementara itu, kepala Staf Presiden Moeldoko meminta masyarakat tidak melihat penilaian sepotong. (Ths/Medcom/Ind/P-5)

BERITA TERKAIT