18 February 2020, 07:05 WIB

Kru Batik Air Dapat Uang Apresiasi dari Menhub Budi Karya


Hilda Julaika | Ekonomi

 

Menteri Perhubungan (Menhub) memberikan penghargaan Adikarya Dirgantara Adirajasa kepada 18 kru pesawat Batik Air yang melakukan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok.

Penjemputan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan agar WNI bisa keluar dari wilayah yang tengah dilanda virus korona itu.

"Saya selaku Menteri Perhubungan memberikan penghargaan terhadap awak Batik Air yang telah bersedia menjemput WNI dari Wuhan ke Indonesia. Penghargaan Adikarya Dirgantara Adirajasa kepada perseorangan atau lembaga. Penghargaan atas sudah bekerja keras untuk menyelesaikan misi kemanusiaan yang luar biasa ini," ujar Menteri Budi Karya Sumadi di Kantor Kemenhub Jakarta, Senin (17/2).

Para kru Batik Air pun mendapatkan apresiasi dalam bentuk uang. Setiap kru mendapatkan uang apresiasi dari kisaran Rp10 juta hingga Rp50 juta. Apresiasi ini diberikan secara simbolis oleh Bud Karya

Lebih lanjut Budi menjelaskan penunjukan Batik Air sebagai maskapai yang mengevakuasi WNI di Wuhan atas persetujuan dari Pemerintah Tiongkok. Adapun syarat tersebut lantaran Batik Air memiliki izin rute reguler penerbangan langsung dari Indonesia ke Tiongkok.\

Virus Korona Belum Ganggu Arus Investasi

Menurutnya hanya Batik Air dan Sriwijaya Air yang memiliki izin ini. Namun, akhirnya Batik Air yang terpilih karena memiliki pesawat dengan wide body yang dibutuhkan dalam penerbangan ini.

"Sebetulnya semua maskapai mengatakan kesediaannya untuk menjemput WNI di Wuhan. Namun, berdasarkan hukum memang yang berhak hanya Batik Air dan Sriwijaya Air. Dan Batik Air terpilih karena memiliki wide body," paparnya kepada awak media.

Menhub pun tak hanya memberikan penghargaan kepada kru Batik Air. Namun, juga penghargaan diberikan kepada beberapa Kementerian dan Lembaga (K/L) yang terlibat di misi penjemputan sebanyak 245 WNI. Di antaranya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Daerah (Pemda) Natuna, Pemda Batam.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan para kru Batik Air dinyatakan sehat setelah kembali dari Wuhan Tiongkok. Mereka telah melaksanakan prosedur karantina selama 14 hari di Natuna. Saat ini keseluruh kru sudah kembali ke keluarga masing-masing. (Hld/E-1)

BERITA TERKAIT