17 February 2020, 16:05 WIB

LaluKau, Kritik Radhar Terhadap Cara Kita Beragama


Fathurrozak | Weekend

BUDAYAWAN dan sastrawan Radhar Panca Dahana bersama Teater Kosong kembali menggelar pementasan teatrikal puisi. Kali ini lewat salah satu seri tetraloginya, LaluKau.
LaluKau masuk dalam tetralogi antologi puisi Radhar (Lalu Waktu, Lalu Batu, dan Lalu Aku). Radhar menyebut pentas kali ini sebagai bentuk pernyataan dan kritik pada kondisi negeri yang memiliki permasalahan dalam memaknai cara beragama dan menghayati spiritualitas.

"Kami mau mengatakan bahwa ada masalah spiritualitas di negeri ini. Ada masalah dalam cara orang memahami agama. Ada masalah orang dalam menjalankan syariat agama. Kemudian, kita juga ingin mengatakan, kalau ingin menghayati keyakinan kita pada Allah, lebih utama ialah melakukan kerja yang bersifat horizontal, yang bersifat sosial. Berbuat baik pada masyarakat," ungkap Radhar saat ditemui pada sela latihan di kompleks GOR Bulungan, Minggu, (16/2).

Pementasan yang akan berlangsung pada 18-19 Februari di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar Baru, Jakarta Pusat ini akan menghadirkan Aning Katamsi, Niniek L. Kariem, Deddy Mizwar, dan Iwan Fals. Total, bersama Radhar akan membawakan 20 puisi.

Sebelumnya, pada 2017 Radhar juga pernah mementaskan teatrikal puisi dari antologinya, Manusia Istana. Saat itu dia tampil bersama Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Tony Q, dan grup musik Slank. (M-4)

BERITA TERKAIT