17 February 2020, 14:42 WIB

Nusa Lembongan Bali Krisis Gas LPG


Arnold Tanti | Nusantara

PARA pengusaha hotel dan restoran serta masyarakat umum di Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali mengeluhkan terjadinya kelangkaan gas LPG selama seminggu terakhir. Padahal, di sana sudah ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE), tepatnya di Nusa Ceningan, tak jauh dari Nusa Lembongan.  

Akibatnya, para pengusaha berusaha mendatangkan gas LPG dari Pelabuan Kusumba menggunakan perahu, yang lokasinya lebih jauh dari SPBE Nusa Ceningan. Namun perahu sering dirazia oleh Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud). 

Baca juga: WNI Asal Tasikmalaya tak Sabar Kembali Kerja di Wuhan

Ada pemilik perahu yang mengangkut tabung gas LPG ditangkap Polairud di tengah laut. Ada dua orang yang kini masih ditahan. Kini perahu tak berani mengangkut tabung gas LPG. Ini yang menyebabkan kelangkaan gas LPG itu berlarut-larut hingga seminggu lamanya.

Karena berlarut-larut, masyarakat mengadukan hal tersebut ke pihak berwenang, baik ke pemerintah setempat maupun di pihak Pertamina. Namun, hingga saat ini belum ada solusi yang cepat untuk mengatasi kelangkaan LPG.

"Inisiatif masyarakat untuk mengangkut sendiri dari Pelabuhan Kusamba malah ditangkap petugas karena dianggap mengoplos LPG. Kami tidak tahu lagi ke mana harus mengadu sebab sekarang tukang perahu yang muat malah ditahan polisi," ujar seorang bernama Ketut Sena.

Warga mengaku sudah mengadukan persoalan ini ke anggota DPR RI bernama Nyoman Parta. Saat dihubungi terpisah, Parta mengakui sudah mendengar keluhan warga dari Nusa Lembongan. 

"Saya sudah bertemu langsung dengan warga tadi malam. Semuanya bertemu, perwakilan pengusaha LPG, hotel dan restoran, angkutan laut, Polairud Polda Bali, KSOP Kelas 2 Benoa. Para pengusaha mengeluh, protes karena sudah seminggu mulai kelangkaan gas. Perahu tidak berani angkut karena sering dirazia polisi (Polairud)," kata Parta.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam, para pengusaha dan masyarakat setempat mengeluhkan kondisi mereka yang kesulitan mendapatkan gas LPG. Tidak hanya soal kelangkaan tapi juga harga yang melambung tinggi.

Kalaupun stok gas LPG di SPBE Nusa Ceningan masih tersedia, namun tak mudah bagi mereka untuk mendapatkannya. Sebab, walaupun jaraknya dekat, mereka kesulitan mengangkutnya dengan angkutan darat, apalagi gas LPG yang dibutuhkan berukuran besar.  

Lebih praktis justru didatangkan dari Pelabuhan Kusumba walaupun jaraknya jauh. Sebab, saat tiba di Nusa Lembongan, tak sulit bagi mereka untuk mengangkut ke hotel, restoran maupun untuk kebutuhan rumah tangga. (OL-6)

BERITA TERKAIT