17 February 2020, 14:07 WIB

Pengerjaan MRT Fase II Tidak Akan Merusak Cagar Budaya


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

DIREKTUR Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar, memastikan pihaknya akan berhati-hati dalam mengerjakan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) fase IIA dengan rute Stasiun Bundaran HI-Stasiun Kota.

Pengerjaan proyek transportasi disebut tidak akan mengganggu lokasi cagar budaya, seperti Monumen Nasional (Monas) dan Kota Tua.

"Kami akan lakukan perencanaan dengan hati-hati, karena fase II ini direncanakan mulai dari Bundaran HI sampai ke Kota. Nanti, jalan utama dan sekitar tidak kita ganggu. Kami belajar dari pengerjaan fase I yang menimbulkan ketidaknyamanan," ujar William usai penandatanganan kontrak MRT fase IIA di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Senin (17/2).

Diketahui, proyek MRT fase IIA memiliki panjang jalur 6 kilometer (km) dan terdiri dari 7 stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.

Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Silvia Halim, mengatakan untuk pembangunan di Stasiun Monas sepenuhnya akan dikerjakan di bawah tanah. Kecuali, pengerjaan pintu masuk stasiun yang dikerjakan di atas tanah.

Baca juga: Sehari MRT Jakarta Targetkan 100 Ribu Penumpang 

"Jadi, nanti pintu masuk utama Stasiun Monas akan ditempatkan di sisi tenggara. Desain pun telah dibuat sedemikian rupa bahwa tidak akan menggangu pandangan atau pun visual dari Monas itu sendiri," kata Silvia.

"Pintu masuk ini, nanti memungkinkan adanya akses penumpang juga masuk ke dalam kawasan Monas," tambah Silvia.

Lebih lanjut, Silvia menekankan proyek MRT fase II juga tidak akan mengganggu pembangunan lintasan Formula E yang berada di kawasan Monas. Pengerjaan proyek MRT fase II akan mulai dikerjakan pada Maret mendatang.

"Kami berkoordinasi detail dengan tim dari Formula E. Supaya baik kegiatan dari Formula E tidak berdampak ke konstruksi. Begitu pun juga kita, konstruksi tidak berpengaruh dengan kegiatan Formula E," pungkasnya.

Pembangunan fase IIA dibagi dalam tiga paket kontrak sipil. Terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi fase IIA akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024.

Adapun penandatangan kontrak pekerjaan CP 201 antara PT MRT Jakarta dengan Shimizu–Adhi Karya JV (SAJV) pada Senin ini, menandai dimulainya pekerjaan proyek pembangunan fase IIA. Dalam kontrak tersebut, ada dua pekerjaan stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas. Nilai kontrak pekerjaan ini mencapai Rp 4,5 triliun.(OL-11)

BERITA TERKAIT