17 February 2020, 14:05 WIB

Dipastikan, Zat Radioaktif di Tangsel Bukan Kebocoran Reaktor


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

ADANYA zat radioaktif di area kosong perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, bukan kecelakaan atau kebocoran reaktor riset GA Siwabessy.

Menurut Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan, saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tetap beroperasi dengan aman dan selamat.

Reaktor nuklir, Cs-137 merupakan produk fisik yang berada di bahan bakar dan hanya akan terlepas, jika ada kejadian yg melibatkan kerusakan bahan bakar.

"Jika pelepasan terjadi, pasti akan langsung terdeteksi oleh sistem pemantau radiasi yang ada di gedung reaktor. Kalau ada yg terlepas di udara, maka akan tercatat oleh sistem pemantau radioaktivitas lingkungan yang ada," kata Anhar, dari keterangan resminya di Jakarta, Senin (17/2).

Dia menjelaskan, untuk mengetahui besar radioaktivitas di sekitar Kawasan Nuklir Serpong, masyarakat dapat diakses secara daring (radmon.batan.go.id). Sistem tersebut disiapkan oleh Batan.

"Silahkan dicek apakah ada kenaikan paparan radiasi dan berapa besar paparan selama ini. Pengukuran oleh Bapeten pada saat penemuan adanya paparan di atas ambang di lokasi lahan kosong di perumahan Batan Indah juga menunjukkan bahwa tidak ada paparan di area lain yang dipantau dari Pamulang hingga Stasiun Serpong, semuanya normal," sebutnya

Andaikan itu penyebaran dari reaktor, kata Anhar, sudah pasti tidak terlokalisir seperti yang ditemukan karena akan mengikuti arah angin. Oleh karena itu, menindaklanjuti temuan tersebut, pihaknya telah membentuk tim yang terdiri dari sejumlah pekerja radiasi dan petugas proteksi radiasi terlatih untuk melakukan clean up di lokasi ditemukannya zat radioaktif. Tim tersebut juga dibagi dengan kelompok penganalisis radiologi, medik dan unit pengamanan nuklir (UPN)

"Hingga saat ini, bersama Bapeten dan didukung pula oleh Pemkot Tangsel dan Detasemenn KBR (Kimia, Biologi dan Radioaktif) masih berlangsung proses clean up yang dilakukan oleh para pekerja yang berkompeten. Material yang diperkirakan sumber yang memancarkan radiasi paling besar telah diangkat. Saat ini zat tersebut diteliti oleh Bapeten," terangnya

Sementara itu, tim clean up fokus untuk membersihkan dan mengangkat tanah yang terkontaminasi dan membawanya ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan.

Dalam rangka memberikan informasi yang benar dan akurat, untuk proses clean up, BATAN akan melakukan pembaharuan informasi kepada masyarakat luas. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan proses penanganan terpaparnya radiasi di lingkungan.

Bersama dengan Bapeten, pihaknya menyediakan Tim Humas yang akan mengupdate ke Media massa progres clean up setiap harinya di lapangan.

"Dengan kejadian ini saya berharap masyarakat dapat memahami bahwa temuan adanya zat radioaktif oleh Bapeten, saat ini telah ditangani dengan baik oleh pihak yang berkompeten di bidangnya, kami all out, semuanya akan kami lakukan. Keinginan kami hanya satu, agar saudara-saudara kami warga perum Batan Indah dan warga sekitar kembali merasa aman dan nyaman secepatnya. Mohon doa dan dukungan semua pihak," pungka Anhar. (OL-2)

BERITA TERKAIT