17 February 2020, 12:15 WIB

Hoaks! Virus Korona Masuk Arab Saudi


Thomas Harming Suwarta | Internasional

SEBUAH pesan beredar luas di media sosial beberapa waktu lalu yang menyebut virus korona sudah masuk ke Arab Saudi. Dalam postingan itu disebutkan, Menteri Kesehatan Arab Saudi membeberkan jumlah kasus yang ada antara lain terinfeksi virus korona sebanyak 224 orang, provinsi Jedah 64 orang, dan korban meninggal 18 orang.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengonfirmasi bahwa informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran melalui laman www.kominfo.go.id, sumber yang menjadi rujukan adalah video yang diposting tersebut adalah video yang sudah pernah dipublikasikan pada tahun 2014, pada saat kejadian infeksi virus MERS-CoV di Timur Tengah, BUKAN COVID-19 yang sebelumnya dinamakan “Novel Coronavirus (2019-nCoV)”. 

Baca juga: AS Bawa Pulang Warganya yang Dikarantina di Diamond Princess

Diberitakan Kantor Berita Antara, Minggu (16/2), salah satu unggahan video tersebut di Twitter sudah dibagikan sebanyak 217 kali dan disukai 337 pengguna. Video tersebut dipublikasikan oleh layanan penyiaran publik Prancis dalam akun youtube mereka pada 23 April 2014 lalu. 

Terkait hal ini, Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pun tidak tinggal diam. Mereka mengumumkan bahwa video tersebut bukan terkait virus korona yang merebak di tahun 2020 ini.

"Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta menyampaikan bahwa video yang beredar di sejumlah media massa dan media sosial Indonesia akhir-akhir ini terkait penemuan sejumlah kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Arab Saudi, adalah video lama," bunyi pernyataan sanggahan tersebut.

Kedubes Arab Saudi juga menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa sampai saat ini, tidak tercatat adanya kasus virus korona di wilayah mereka.

"Pihak terkait telah mengambil langkah-langkah pencegahan di seluruh gerbang masuk guna mencegah masuknya virus dimaksud ke Arab Saudi," demikian pengumuman resmi Kerajaan Arab Saudi. (Ant/OL-6)

BERITA TERKAIT