17 February 2020, 11:29 WIB

IMF: Virus Korona Bisa Rusak Pertumbuhan Ekonomi Global 2020


Nur Aivanni | Internasional

DANA Moneter Internasional (IMF) mengatakan, epidemi virus korona bisa merusak pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Namun, rebound ekonomi yang tajam dan cepat pun dapat terjadi.

"Mungkin ada pengurangan yang kami masih harapkan akan berada dalam persentase 0,1-0,2," kata Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva kepada Global Women's Forum di Dubai, seperti dikutip dari AFP, Senin (17/2).

Dia mengatakan dampak sebenarnya dari penyebaran virus korona yang telah merenggut nyawa lebih dari 1.600 orang akan tergantung pada seberapa cepat penyakit itu ditangani.

"Saya menyarankan semua orang untuk tidak langsung mengambil kesimpulan yang prematur. Masih ada banyak ketidakpastian. Kami masih melakukan dengan skenario, belum dengan proyeksi, tanya saya dalam 10 hari ke depan," kata Georgieva.

Georgieva mengatakan terlalu dini untuk menilai dampak sebenarnya dari epidemi virus korona. Namun, wabah tersebut telah berdampak pada sektor-sektor seperti pariwisata dan transportasi.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan karena kami belum cukup tahu apa sifat virus ini. Kami tidak tahu seberapa cepat Tiongkok akan dapat menahannya. Kami tidak tahu apakah akan menyebar ke seluruh dunia," katanya.

Dibandingkan dengan dampak sindrom pernapasan akut berat (SARS) pada tahun 2002, Georgieva mengatakan ekonomi Tiongkok saat itu hanya 8,0% dari ekonomi global. Sekarang, angka tersebut adalah 19%. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT