17 February 2020, 08:35 WIB

Formula E di Monas tidak Ramah Lingkungan


Ins/Ssr/X-10 | Megapolitan

PENYELENGGARAAN Formula E di kawasan Monumen Nasional (Monas) justru tidak ramah lingkungan. Sebaiknya lokasi lintasan ajang balap mobil listrik itu dipindah.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menyarankan lokasi lain yang bisa dijadikan lintasan Formula E itu, seperti kawasan Gelora Bung Karno, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, bundaran Semanggi, atau bahkan di kawasan Kota Tua. “Ini kan bisa saja demi mengenalkan potensi wisata di Jakarta, bukan hanya Monas,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, kemarin.

Nirwono juga meminta Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang diketuai Menteri Sekretaris Negara mencabut rekomendasi Formula E di Monas.

“Komisi pengarah harus tegas menolak dan membatalkan pembangunan sirkuit di dalam kawasan Monas segera. Itu jelas-jelas akan merusak nilai sejarah cagar budaya Monas,” tegasnya.

Ia mengatakan langkah untuk mengaspal beton batu alam atau cobble stone untuk dijadikan lintasan Formula E sama ­sekali tidak ramah lingkungan dan merupakan bentuk pemborosan anggaran kalau dibongkar lagi. “Jelas itu tidak go green. Kalau setiap tahun nanti harus mengaspal sirkuit Formula E dan membongkar kembali aspal tersebut, itu cenderung pemborosan anggaran.”

Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, selaku Chairman of Organizing Commitee Formula E 2020 Jakarta, menilai ajang Formula E sejalan dengan program kerja Presiden Joko Widodo. Program kerja yang dia maksud ialah percepatan ­program kendaraan bermotor listrik yang diteken Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Selain itu, lanjut Dwi, ajang balap mobil listrik itu juga bisa dijadikan momentum untuk menciptakan citra Indonesia sebagai negara yang mulai bermigrasi ke kendaraan berteknologi listrik. “Ini juga menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia. Semoga mampu mendongkrak APBD DKI Jakarta maupun APBN masa mendatang.” (Ins/Ssr/X-10)

BERITA TERKAIT