17 February 2020, 08:20 WIB

Terima WNI dari Natuna tanpa Stigma


Cahya Mulyana | Humaniora

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian meng­apresiasi kekompakan pemerintah daerah yang melayani dan menyambut kembali WNI yang telah menjalani observasi di Natuna selama 14 hari. Masyarakat luas pun diminta berlaku demikian dengan menerima mereka tanpa stigma.

“Mendagri meminta masyarakat dapat menerima mereka setelah ­dinyatakan benar-benar sehat dan tidak terpapar virus korona. Kemudian hindari memperlakukan mereka berlebihan sebab kondisinya sama seperti masyarakat pada umumnya,” kata Kepala Pusat Penerangan ­Kemendagri Bahtiar dalam keterangan resmi, kemarin.

Dikatakannya, keberhasilan proses observasi tak luput dari dukungan pemerintah daerah, tokoh, dan semua elemen masyarakat Natuna.

Pemerintah sebelumnya telah memulangkan 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok, yang selesai menjalani observasi virus Covid-19.

Tidak hanya itu, warga Natuna, Kepulauan Riau, juga tampak ikut melepas para WNI yang akan menuju Bandara Halim Perdanakusuma sebelum kembali ke daerah asal masing-masing.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta masih memonitor 52 orang yang berisiko terjangkit virus korona di Ibu Kota.

“Sejauh ini tidak ada yang terkonfirmasi positif menderita Covid-19,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi DKI, Dwi Oktavia, di Jakarta, Sabtu (15/2).

Menurut dia, ada beberapa upaya kewaspadaan dini yang dilaksanakan Dinas Kesehatan DKI, di antaranya melakukan sosialisasi kewaspadaan Covid-19 di rumah sakit, puskesmas, dan klinik. Petugas juga membentuk 50 tim yang terdiri atas perwakilan lintas instansi yang siap memberikan penyuluhan kepada kelompok masyarakat di permukiman, perkantoran, dan tempat lainnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyediakan layanan hotline 24 jam di nomor 0813-8837-6955 untuk informasi dan pelaporan kasus Covid-19.

Kasus baru menurun

Pemerintah Tiongkok mengumumkan penurunan kasus baru dari wabah virus korona untuk hari ketiga berturut-turut. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan penurunan dalam kasus baru menunjukkan secara keseluruhan epidemi dapat dikendalikan.

“Kami telah mengambil upaya pencegahan dan kontrol yang sangat lengkap, upaya yang sangat komprehensif, sehingga saya tidak dapat melihat negara lain yang dapat melakukan ini,” ujarnya.

Wang Yi mengatakan, seiring dengan penurunan infeksi di Hubei, jumlah kasus baru di luar provinsi telah turun selama 11 hari berturut-turut. Selain itu, ada peningkatan cepat dalam jumlah orang yang telah pulih.

Tiongkok menyebut hingga kemarin terdapat 2.009 kasus baru dan 142 kematian. Dengan demikian, total lebih dari 68.000 orang telah terinfeksi di Tiong­kok, dengan jumlah kematian 1.665 jiwa, melampaui jumlah kematian saat wabah virus SARS yang juga sempat mencuat di negara itu.

Di luar Tiongkok, ada lebih dari 500 kasus virus korona di hampir 30 negara. Empat orang tewas, yaitu di Prancis, Hong Kong, Filipina, dan Jepang.

Korban pertama virus korona yang meninggal di Eropa ialah seorang turis Tiongkok yang sedang berlibur di Prancis.

“Pria berusia 80 tahun itu, yang berasal dari Provinsi Hubei, tiba di Prancis pada 16 Januari,” ungkap Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn.

Menurut Buzyn, pria tersebut sempat dirawat di rumah sakit di Paris, tetapi kondisinya cepat memburuk. Setelah berada dalam kondisi kritis selama beberapa hari, turis itu meninggal karena infeksi paru-paru yang disebabkan Covid-19. (Ssr/Hym/PO/RF/MY/BBC/X-11)

 

BERITA TERKAIT