16 February 2020, 18:27 WIB

KLHK Laksanakan Perintah Presiden Rehabilitasi Lahan dan Hutan  


mediaindonesia.com | Humaniora

MENTERI Lingkungan Hidup dan  Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya langsung menindaklanjuti  arahan Presiden Joko Widodo di lapangan secara teknis, sistematis, dan kelembagaan terkait rehabitasi lahan guna mengatasi sedimentasi Dam (waduk) Gajah Mungkur, di Wonogori, Jawa Tengah (Jateng).

Menteri LHK mengungkapkan, pihaknya langsung menggelar rapat bersama jajaran eselon I yang juga dihadiri Wakil Menteri LHK, Aloe Dohong setelah Presiden Jokowi dan rombongan meninggalkan Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jateng, Sabtu (15/2) .

Dalam rapat dengan jajaran KLHK, Siti menegaskan lebih lanjut kepada jajarannya tentang fokus dan maskot program rehabilitasi dalam bentuk dukungan sarana pembibitan persemaian modern.

"Yang perlu dilakukan secara besar-besaran menurut Presiden, bahkan dalam satu provinsi perlu 50 hingga 100 juta bibit," jelas Menteri LHK.

"Dalam distribusinya kepada masyarakat dengan suplai bibit melalui kebun bibit desa yang harus tersedia di tempat-tempat yang harus dilakukan rehabilitasi. Tercatat kini tidak kurang dari 25 ribu desa  di Indonesia di sekitar hutan di antaranya pada bentang alam kelandaian di antara kawasan masyarakat dan hutan,” papar Siti Nurbaya.

Menurut Siti Nurbaya, kombinasi berbagai perlakuan kerja rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) termasuk dalam koordinasi tata ruang dengan pihak-pihak lain pelru dilakukan.

Semua hal tersebut harus dilakukan dengan pendekatan holistik pada satu sistem lahan sehingga pola pencegahan erosi tebing dan longsor berjalan efektif.  

“Penataan ruang, pengendaliannya serta pengembalian fungsi retensi air di setiap segmen bentang alam harus menjadi perhatian semua pihak” tegas Menteri Siti di hadapan jajarannya.

Dalam kaitan rehabilitasi lahan ini, Menteri LHK mengimbau dan mngajak masyarakat untuk melaksanakan kegiatan agroforestry, kombinasi dengan menanam sengon atau albasia dengan vetiver serta dukungan pohon buah-buahan dan tanaman porang.

“Ini baik untuk ditanam di tempat yang curam yang rawan longsor, di daerah hulu yang fungsi mengikat tanahnya penting, ini perlu ditanam vetiver,"  kata Menteri Siti mengutip arahan Presiden Jokowi saat berkunjung dan bertemu masyarakat di Desa Jatisari, Jatisrono, Wonogiri, Jateng.

“Presiden menekankan pentingnya pengurusan wilayah hulu Dam. Model rehabilitasi seperti ini harus dilakukan segera serentak agar untuk menyelamatkan lingkungan di seluruh Indonesia," papar Sti Nurbaya.

Pemulihan lingkungan 

Dalam rangkaian kerja lapangan di Sukajaya, Jawa Barat, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, dan Jatisrono Wonogiri, Jawa Tengah, Presiden Jokowi melakukan konfirmasi pokok masalah kerusakan lingkungan dan orientasi pemulihan lingkungan yang menjadi prioritas utama harus dilakukan.

Terkait pernyataan Jokowi, Menteri LHK menyampaikan arahan Presiden kepada jajarannya bahwa perlu upaya untuk mengatasi pendangkalan atau sedimentasi hulu Waduk Gajah Mungkur.

Salah satu upaya yang dilakukan jajaran KLHK adalah melakukan penanaman vetiver pada wilayah kelerengan atau sloping zones terutama terjal di antaranya  dengan bantuan terasering.

Selain itu, perlu diperhatikan di wilayah hulu dan pada  blok unit lahan yang dirikan dari bentuk bentangan lahan, jenis tanah, lereng atau kemiringan dan jenis tutupan lahan yang ada. Upaya rehabilitas harus dilakukan secara konseptual yang tepat. (OL-09) 

 

BERITA TERKAIT