16 February 2020, 17:23 WIB

Bayi Gajah di Tesso Nilo Tewas dalam Perawatan


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

BAYI gajah Sumatra (Elephas maximus sumatrensis) berjenis kelamin betina, berusia tiga bulan yang diberi nama Puan Pandan Wangi akhirnya meninggal dunia saat dalam masa perawatan di pusat latihan gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (15/2). "Setelah dilakukan nekropsi, bangkai gajah dikubur di sekitar lokasi Pusat Latihan Gajah Riau di Minas," jelas Kepala BBKSDA Riau Suharyono di Pekanbaru, pada hari yang sama. 

Puan merupakan anak gajah yang berhasil diselamatkan dari perangkap jerat pada 16 Desember 2019 oleh tim Rescue BBKSDA Riau bersama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), dan PT Rimba Peranap Indah (RPI) di konsesi Hutan Tanaman Industri PT RPI di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Bayi gajah malang itu telah ditinggalkan kelompoknya dan terluka cukup dalam sehingga membutuhkan perawatan medis intensif di PLG Riau di Minas.

Suharyono menjelaskan, memasuki pertengahan Februari, kondisi Puan mengalami penurunan minum susu, dan puncaknya pada 13 Februari 2020. Tim medis Balai Besar KSDA Riau kembali melakukan pengobatan untuk mengembalikan kondisi gajah Puan dengan pemberian cairan infus serta vitamin untuk suporting kondisi tubuhnya. "Jumat dini hari, 14 Februari 2020 kondisi gajah Puan mengalami penurunan menjadi lemah dan tidak mau minum susu. Pada pukul 06.00 WIB gajah Puan telah mati," jelasnya.

Suharyono mengungkapkan, proses nekropsi segera dilakukan pada Jumat (14/2) pukul 11.30 sampai 13.30 WIB oleh Drh. Dhanang dengan paramedis Aswar Hadhibina dan Fitrayati. Dari hasil  nekropsi diketahui berat badan gajah Puan sekitar 101 kilogram. "Selain itu hasil nekropsi melihat perubahan pada organ (patologi anatomi) penyebab kematian diduga karena gangguan pencernaan sehingga penyerapan nutrisi terganggu," kata Suharyono. (OL-12)

BERITA TERKAIT