16 February 2020, 07:30 WIB

Batan Bersihkan Daerah Terpapar Radiasi di Serpong


(SM/Aiw/Dmr/I-1) | Megapolitan

WARGA Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, digegerkan dengan terpaparnya radioaktif di lingkungan mereka. Bahkan tidak sedikit warga yang merasa resah lantaran radioaktif tersebut dianggap sangat membahayakan.

Namun demikian, keresahan yang terjadi, Sabtu (15/2) dini hari itu terobati setelah mereka melihat Tim Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) datang ke lokasi.

Menurut salah seorang warga di sekitar lokasi, Tino, keresahan warga mereda setelah mereka mendapat penjelasan dari Tim Bapeten soal adanya paparan radioaktif itu, yang dikataan tidak membahayakan warga.

Namun, warga sekitar lokasi tidak diperbolehkan melintasi di garis kuning yang dipasang oleh petugas Bapeten.

"Alhamdulillah warga sudah tenang dan dapat beraktivitas lagi dengan normal" kata dia.

Kepala Badan Tenaga Nuklir (Batan) Anhar Riza Antariksawan mengaku masih belum dapat memastikan dari mana serpihan sumber radioaktif di Perumahan Batan Indah berasal.

"Serpihan tersebut bukan berasal dari reaktor nuklir milik Batan yang berada di Serpong," jelas Anhar.

Batan sudah melakukan clean up area yang terpapar radiasi di depan Kompleks Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Batan, Heru Umbara mengatakan temuan itu direspons oleh Batan dengan cara berkoordinasi ke Bapeten. "Batan sedang melakukan clean up di sekitar area terpapar," ujar Heru.

"Bahan penyebab paparan radiasi telah ditemukan bercampur dengan tanah. Temuan itu saat ini sedang dianalisis di laboratorium Batan," tambahnya.

Penurunan paparan

Setelah dilakukan proses clean up, didapatkan penurunan paparan radiasi sebesar 30% dari 149 micro Sievert (Sv) per jam. Pengecekan terakir dilakukan pada Sabtu dini hari 98,9 micro Sv per jam.

"Proses clean up ini akan terus dilanjutkan sampai area tersebut benar-benar bersih dan tidak membahayakan bagi warga dan lingkungan," jelas Heru.

Upaya clean up ini diperkirakan hingga 20 hari sejak tanggal 12 Februari 2020. Namun, itu diharapkan bisa dinyatakan bersih sebelum 20 hari. Selanjutnya saat ini sedang dipersiapkan upaya pengecekan whole body counting kepada warga untuk mengetahui dampak kontaminasi.

Heru mengimbau masyarakat tidak perlu panik terhadap kejadian itu. Ia memastikan kejadian tersebut telah ditangani pihak yang berkompeten. (SM/Aiw/Dmr/I-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT