16 February 2020, 08:00 WIB

Babel Tingkatkan Produk Industri Kecil Menengah Pangan Bermutu


mediaindonesia.com | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus melakukan berbagai upaya dan tindakan nyata untuk mendapatkan produk pangan yang bermutu baik, dengan tingkat higienitas yang layak dan produk yang dihasilkan mampu memenuhi ekspektasi pasar.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Fasilitas dan Akses Industri Disperindag Provinsi Babel Subekti Saputra mengatakan tahun 2019 terdata ada sekitar 18.377 pelaku industri kecil menengah (IKM) dan sebanyak. 63% merupakan pelaku IKM pangan.

"Sebanyak 11.587 dari total 18.377 pelaku IKM adalah pelaku IKM yang bergelut di Industri pangan," kata Subekti.di Pangkal Pinang, Babel, Minggu (15/2).

Dengan data tersebut, Subekti menilai industri pangan di Babel paling mendominasi dan sangat mempengaruhi ekonomi riil daerah.

Untuk itu, menurut Subekti, pelaku industri pangan perlu mendapat edukasi, fasilitas, dan proteksi hak serta kewajibannya sebagai ‎wirausaha agar produk yang dihasilkan mampu memenuhi ekspektasi pasar dan layak untuk dikonsumsi. 

"Dalam Rome Declaration on World Food Security pada tahun 2016. Hak untuk memperoleh pangan yang aman dan bergizi adalah sama tingkatannya dengan hak untuk bebas dari kelaparan," ungkap Subekti.

"Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyatakan bahwa keamanan pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah produk pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi," jelas Subekti.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Babel. Erzaldi Rosman Djohan menyatakan sangat mendukung seluruh produk IKM atau usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) di Babel khususnya pangan semakin ditingkatkan mutunya, agar memiliki nilai jual terlebih kepada para wisatawan.

"Harus bermutu, sehingga produk IKM pangan ini layak untuk di konsumsi,"kata Erzaldi.

Dengan terjaminnya mutu yang sudah memiliki sertifikat P-IRT ini, tentunya akan meningkat perekonomian masyarakat dan dapat menciptakan lapangan kerja.

"Contohnya, madu Pelawan yang merupakan hasil produksi di kawasan wisata hutan Pelawan di Desa Namang Bangka Tengah, produk madu khas kita ini sudah mampu meningkatkan perekonomian dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat," tutur Erzaldi.

Secara perlahan, Erzaldi menginginkan seluruh produk IKM pangan yang ada di Babel memiliki sertifikat P-IRT agar mutu tetap terjaga,"ungkapnya.

1.250 IKM miliki sertifikat P-IRT

Agar produk pangan yang dihasilkan benar-benar bermutu, Tentunya harus ada proteksi melalui fasilitas penyuluhan keamanan pangan yang kemudian dijadikan sebagai salah satu syarat guna memperoleh sertifikat P-IRT (Pangan - Industri Rumah Tangga) dari dinas kesehatan di kabupaten/ atau kota asal pelaku IKM pangan.

Produk IKM

"Fasilitasi penyuluhan keamanan pangan (PKP) diberikan kepada pelaku IKM yang telah memiliki perizinan dasar yakni IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil)." jelas Subekti.

"Fasilitasi penyuluhah keamanan pangan bagi pelaku IKM sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Babel sejak tahun 2017, bekerja sama dengan kabupaten dan kota setidaknya kita sudah fasilitasi 1.250 pelaku industri pangan mendapatkan sertifikat P-IRT," papar Subekti.

Menurut Subekti, pelaku IKM yang telah diberikan fasilitasi penyuluhan keamanan pangan yang memiliki P-IRT secara langsung dapat diartikan telah memberikan jaminan rasa aman baik dari sisi legalitas maupun mutu serta kebersihan produk bagi para konsumen.

Melalui fasilitasi penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku IKM pangan di Babel diharapkannya pelaku industri memiliki daya saing yang lebih baik untuk setiap produk pangan dihasilkan sehingga mutu dan nilai jualnya pun diharapkan semakin meningkat.(OL-09))

BERITA TERKAIT