15 February 2020, 13:00 WIB

Mesin Eagle One Mampu Racik Kopi Kedai dari Pop Hingga Glamour


mediaindonesia.com | Humaniora

MINUM kopi kini telah sudah menjadi gaya hidup bagi anak-anak generasi millenial dan bukan sekedar minuman penghilang rasa kantuk. Hal tersebut ercermin dari menjamurnya kafe atau kedai-kedai penjual minuman dari seduhan bubuk kopi di Tanah Air.

Kini untuk dapat menikmati kopi yang berkualitas tidak hanya di Starbucks atau di Coffee Bean. Sebab, kafe penjaja minuman kopi lokal kini telah hadir di mana-mana, dari pinggir-pinggir jalan, kawasan bisnis hingga ke mal.

Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 250 ribu ton dan tumbuh 10,54% menjadi 276 ribu ton.

Konsumsi kopi Indonesia sepanjang periode 2016-2021 diprediksi tumbuh rata-rata 8,22%/tahun. Pada 2021, pasokan kopi diprediksi mencapai 795 ribu ton dengan konsumsi 370 ribu ton, sehingga terjadi surplus 425 ribu ton.

Seiring dengan bertumbuhnya konsumen kopi, Victoria Arduino, meluncurkan Eagle One, mesin kopi terbaru yang lahir dari kebutuhan generasi kedai kopi masa kini.

Mesin Eagle One mengedepankan desain, performa, dan fitur ramah lingkungan yang menjadi faktor utama untuk menciptakan pengalaman yang mengesankan dan tak terlupakan. 

Personalitas adalah salah satu aspek penting yang memberikan nilai kepada para barista dan kedai kopi itu sendiri. Untuk itu Victoria Arduino menghadirkan mesin kopi dengan gaya personal yang mudah digunakan dan bisa beradaptasi dengan berbagai jenis tipe kedai kopi dari yang pop hingga glamour.

Desain mesin kopi ini menyatu dengan sempurna dengan berbagai jenis material mulai dari yang natural seperti kayu atau yang teknologikal seperti resin aluminium, dan besi. 

Versi mewah dari mesin ini, didesain Giulio Cappellini, The International Ambassador of Excellence and Italian Design, yang dijual dalam jumlah terbatas. Desainnya merupakan perpaduan dari sejarah dan inovasi dengan kayu daur ulang, resin ekologis, dan aluminium. 

“Eagle One merupakan cerminan kerja sama tim yang terdiri dari berbagai macam spesialis (desainer, arsitek, ahli teknis, dan barista). Mesin ini mewakili gelombang terbaru industri kopi dan pergerakan bisnis kedai kopi terkini, hingga konsumen kedai kopi dengan konsep desain yang lebih luas,” ujar  Fabio Ceccarani, CEO of Simonelli Group, pemegang merk Victoria Arduino, di Jakarta,  Sabtu (14/2).

“Untuk mewujudkan Eagle One, penelitian dan inovasi teknologi tidak menjadi satu-satunya dasar, tetapi juga menyeimbangkan antara estetika kualitas dan fungsi sehingga bisa memenuhi kebutuhan user dan konsumen," jelasnya.  

"Hasilnya, Eagle One memiliki desain yang mudah digunakan, sekaligus ramah lingkungan karena bisa menghemat energi dan biaya,” tutur James, 

Dalam menciptakan model Eagle One, arsitek Carlo Viglino terispirasi dari sejarah Victoria Arduino. James Hoffman, (influencer kopi dan penulis buku) ikut turun tangan untuk memberikan masukan mengenai kebutuhan kedai kopi masa kini, yaitu mesin compact, efisien, dan juga ramah lingkungan.

“Barista membutuhkan mesin yang compact dengan desain ergodinamis, sehingga mudah digunakan sekaligus mampu menyajikan kopi dalam jumlah banyak dengan rasa konsisten,” jelas James. 

Inovasi Eagle One adalah estetika dan kemudahan penggunaan. Mesin ini memenuhi kebutuhan kedai kopi secara menyeluruh. Bentuk yang compact, membuat mesin ini bisa beradaptasi dalam berbagai lokasi.

Desain Eagle One yang ergodinamis juga memperluas ruang barista untuk bergerak dalam berbagai kondisi kedai sehingga mereka bisa menyajikan kopi dengan rasa yang stabil.  

“Desain menjadi keunggulan utama Eagle One. Mesin kopi ini, memenuhi kebutuhan terkini para generasi terbaru kedai kopi melalui desain yang simple dan compact,” jelas James Hoffmann.

Teknologi terbarunya (NEO, Neo Engine Optimization), menjadi komponen utama yang membuat mesin kopi ini bisa mengurangi konsumsi energi meskipun ukurannya lebih compact. 

Eagle One diciptakan untuk berkontribusi dalam mengurangi polusi dunia. Dengan menggunakan materi baru dan desain yang unik, mesin ini bisa mengurangi emisi CO2 jika dibandingkan dengan mesin sejenis. 

Dengan teknologi NEO, tujuan yang paling penting telah tercapai, yaitu performa tinggi yang sama dengan mesin sejenis namun bisa mengurangi biaya.

Mesin ini menggunakan sistem penghangat instan yang menggunakan air secukupnya untuk melakukan ekstraksi untuk dipanaskan, sehingga mengurangi biaya yang didapatkan dari penggunaan energi.

Boiler yang lebih kecil diinsulasi menggunakan material baru yang mencegah penyebaran panas. Dengan cara ini, tidak banyak energi yang dikonsumsi. 

Metode ini mudah untuk dijalankan, barista hanya perlu mengubah suhu pada display mesin. Elektronik pada mesin akan melakukan tugasnya, memastikan suhu yang stabil selama mesin berjalan. Produktifitas dan kinerja tetap tinggi, namun konsumsi berkurang. 

Bahkan mesin terlihat lebih kompak. Insulasi termal dan pengurangan ukuran dari komponen tunggal mengurangi pengaruh terhadap lingkungan. 

LCA (Life Cycle Assessment) mendemonstrasi bagaimana Eagle One mengurangi 23% pengaruh terhadap lingkungan dibandingkan dengan mesin lain di kategori yang sama.

Teknologi baru yang sudah dipatenkan T.E.R.S. (The Temperature Energy Recovery System) juga berkontribusi dalam pengurangan itu. Sistem menggunakan air yang dibuang untuk menghangkatkan air yang akan masuk. Hasilnya adalah menghemat 8% dari total konsumsi mesin.

Eagle One adalah mesin yang dilahirkan untuk menjadi 'pintar' dengan panggilan digital yang memudahkan para pecinta kopi untuk bisa berbagi ide dan resep lebih mudah.

Setiap pembelian Eagle One, pembeli akan diberikan aplikasi yang bisa dijalankan di smartphone dan tablet sehingga bisa berbagai pengalaman dan informasi. Teknologi ini melahirkan generasi baru di industri kedai kopi. 

Ekslusif dan user-friendly, aplikasi Eagle One dengan mudah bisa dihubungkan melalui bluetooth dan memungkinkan pengguna untuk membuat dan membagi informasi sepert resep susu dan kopi dengan cabang kedai atau pengguna lainnya sesama “Eagle-oners”.

Selain penggunaan personal, aplikasi juga bisa dimanfaatkan outlet-outlet kedai kopi untuk memantau dan mengontrol setelan mesin-mesin kopi tanpa menginterupsi pekerjaan barista. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT