16 February 2020, 02:00 WIB

Latihan Dasar bagi Pemula


Try/M-1 | Weekend

OLAHRAGA trampolin ternyata tidak sekadar melompat bebas. Layaknya olahraga lain, ada berbagai aturan dan teknik yang harus dikuasai. Berikut ini beberapa aturan dan teknik tersebut.

1. Pemanasan

Head Coach Houbii Sport Academy (HSA), Lulu Manurung, mengatakan tiap peserta yang akan bermain dengan trampolin harus melakukan pemanasan yang cukup. “Karena kita bermain dengan pantulan yang memantulkan badan ke atas dan menerima beban turun. Jadi, kalau tidak kuat dan tidak siap ototnya, banyak cedera yang mungkin terjadi.”

2. Mendarat dan melompat

Pemula yang ingin mencoba berlompat di trampolin harus menguasai dua dasar, yaitu mendarat dan melompat. Mendaratnya ada tiga cara, sit drop, back drop, dan front drop. Sementara itu, pada melompat ada twist, tuck jump, dan beberapa lain yang harus dikuasai.

Cara mendarat yang baik dan benar setelah meloncat ialah berdiri dalam posisi squat. Tujuan­nya agar badan tidak memantul kembali.

Posisi tangan ke atas untuk memastikan bahwa loncatan dalam arah tegak lurus. Bila hentakan mengarah sedikit miring, ditambah dorongan gravitasi dari pantulan, akan berubah arah pantulannya. Peserta pun akan kehilangan arah loncatan.

“Itu kalau mendarat di tempat trampolin. Kalau mental ke luar, ya, jatuh ke lantai. Maka, ada posisi badan tertentu saat memantul, ta­ngan tegak lurus ke atas di samping telinga. Baru dia boleh melakukan gerakan bebas (freestyle),” jelas Lulu.

3. Aturan jumlah orang

Houbii Urban Adventure Park menganut 4 golden rules for trampoline pada arenanya. Pertama, peralatan harus memadai. Kedua, satu kotak trampolin 3 meter x 5 meter hanya boleh diisi satu orang. Tidak boleh ada dua orang dalam satu kotak papan pegas untuk menghindari bounce back.

4. Aturan pertandingan

Dalam pertandingan internasional senam trampolin, setidaknya ada tiga indikator penentu nilai. Pertama, penilaian berdasarkan ketinggian, yakni makin tinggi pantulannya, waktunya makin lama.

“Ada timer. Kalau makin lama, jarak antara naik dan turunnya makin lebar. Bila dalam 10 gerakan bisa setidaknya 15 detik, berarti pantul­an dia lebih tinggi dari anak yang melompat 10 gerakan dalam 10 detik. Dalam 1 loncatan bisa kira-kira selama 1,5 detik. Itu tinggi pantulannya bisa sampai 4-5 meter,” jelas Lulu.

Penilaian kedua ada pada ketepatan target pijakan berupa kotak merah di tengah papan pegas. Lompatan seseorang harus fokus di tengah. Bila dia memantul dan mendarat di titik tengah, artinya tekniknya benar. “Kalau dia lari dari garis, potongan nilai,” kata Lulu.

Ketiga, faktor kesulitan. Orang yang mampu memantul satu kali salto nilainya lebih rendah dari mereka yang mampu dua kali salto. (Try/M-1)

BERITA TERKAIT