15 February 2020, 16:37 WIB

Jakpro Minta Aspal Sirkuit Formula E di Monas Dipermanenkan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DIRUT PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto mengusulkan agar pengaspalan area bagian dalam Monumen Nasional yang digunakan untuk sirkuit Formula E bisa dipermanenkan.

Pengaspalan rencananya akan dilakukan di sisi selatan hingga area patung kuda Monas. Di beberapa area tersebut terdapat area yang ditutupi oleh 'cobblestone'.

"Ya kalau saya sih berpikirkan lebih baik dipermanenkan saja. Itu lebih baik karena permukaan aspal yang mulus rata kan lebih baik untuk digunakan, dilalui oleh teman-teman kita yang disabilitas," kata Dwi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/2).

 

Baca juga: Ketua DPRD DKI Minta Formula E Dipindah ke Ancol

 

Selain itu, rencananya Formula E akan dilakukan di Monas selama dua tahun. Teknik pengaspalan cobblestone di Monas serta pembangunan sirkuit dipastikan akan mengadopsi yang sebelumnya dilakukan oleh Kota Paris, Prancis dan Kota Roma, Italia.

Di kedua negara itu, sirkuit Formula E dilakukan di area yang merupakan cagar budaya. Teknik pengaspalan di kedua kota itu dilakukan dengan melapisi cobblestone. Aspal kemudian dikelupas kembali seusai balapan selesai.

"Bedanya dengan di Paris dan Roma, cobblestone di Monas itu bukan cagar budaya. Jadi sebetulnya dibiarkan diaspal juga tidak apa-apa," terangnya.

Di sisi lain, Dwi membantah pengaspalan itu akan membuat fungsi penyerapan airnya berkurang. Sebab, area yang saat ini ditutupi dengan 'cobblestone' adalah area beraspal.

Menurutnya, area cobblestone di Monas tidak memiliki fungsi penyerapan.

"Itu dulu aspal atau semen. Lalu ditutupi di atasnya dengan cobblestone. Jadi tidak menyerap air," tegasnya.

Sementara untuk area yang masuk ke dalam cagar budaya atau memiliki fungsi lingkungan dipastikan akan dikembalikan seperti semula usai balapan selesa.

"Misalnya rumput rusak ya pasti kita kembalikan kok," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT