15 February 2020, 08:39 WIB

Kebudayaan Dasar Menuju Masyarakat 5.0


(Rif/P-1) | Politik dan Hukum

KETUA DPR RI Puan Maharani menerima gelar doktor honoris causa bidang Kebudayaan dan Kebijakan Pembangunan Nasional dari Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, kemarin. Menurutnya kebudayaan merupakan landasan utama membangun manusia Indonesia berpancasila menuju era masyarakat 5.0.

"Masyarakat 5.0 merupakan gambaran ideal sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi harkat dan nilai-nilai kemanusiaan yang berbasiskan kepada kemajuan teknologi (technology-based human centered society)," kata Puan dalam pidatonya.

"Dalam konteks ini, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yakni ketuhanan, kemanusian, keadilan, solida-ritas kebangsaan, musyawarah, gotong-royong, kemakmuran bersama, toleransi, dan saling membantu sesungguhnya tidak kalah lengkap dengan nilai-nilai kemanusiaan yang ingin dikembangkan dalam masyarakat 5.0 di negara-negara maju," imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, nilai-nilai Pancasila dapat digunakan sebagai modal dasar untuk membangun masyarakat Indonesia 5.0 dengan melengkapi basis kemajuan teknologi.

"Di sini hal yang paling mendasar ialah bagaimana masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan rakyat,'' ujarnya.

Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan penghargaan yang diberikan kepada Puan bukan merupakan penghargaan main-main. "63 tahun Universitas Diponegoro berdiri, baru ada 13 orang yang menerima gelar doktor honoris causa. Untuk mendapatkan gelar tersebut, prosesnya lumayan panjang," ucap Yos.

Menurut Yos, Puan sudah memenuhi prasyarat untuk memperoleh gelar doktor honoris causa, yakni memiliki peran besar dalam kebijakan penyusunan sejumlah produk hukum. Antara lain UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Indonesia dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial.

Selain itu Puan juga direkomendasikan banyak pihak di antaranya Menteri PMK Muhadjir Effendy, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Budayawan Mohammad Sobary. (Rif/P-1)

BERITA TERKAIT