14 February 2020, 16:25 WIB

Tanam Pohon untuk Perbaiki Lingkungan dan Angkat Perekonomian


Andhika prasetyo | Nusantara

PRESIDEN Joko Widodo bersama masyarakat melakukan penanaman pohon serentak di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurang Jero, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/2).

Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan di sekitar kawasan gunung api aktif tersebut.

Diharapkan, dengan kondisi lingkungan yang hijau dan baik, kawasan wisata itu akan semakin ramai dan menjadi sumber pendapatan bagi seluruh masyarakat di sekitarnya.

"Kawasan lereng Gunung Merapi dengan segenap potensi alamnya akan menjadi pendukung bagi daerah-daerah permukiman yang terletak di bawahnya apabila dikelola dan dikonservasi dengan baik," ujar Jokowi.

Pemerintah mencatat, di sekitar kawasan TNGM, terdapat 30 desa penyangga yang dihuni kurang lebih 107.448 penduduk.

Sebelum melakukan penanaman, Jokowi terlebih dahulu meninjau kebun bibit desa yang dibangun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama masyarakat setempat di wilayah TNGM.

Kebun bibit desa itu kini menjadi salah satu pendukung bagi upaya rehabilitasi hutan dan lahan di taman nasional tersebut

Di kebun bibit desa, presiden melihat banyak bibit tanaman yang tersedia. Sebagian besar bahkan memiliki nilai ekonomi yang tinggi yang tentu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar apabila dibudidayakan.

"Yang kita tanam di sini ada petai, ada fungsi hijaunya dan ada fungsi ekonominya juga. Ada juga jambu kristal, ada fungsi hijau dan fungsi ekonominya untuk rakyat. Ada juga durian yang saya senang. Pohonnya senang, duriannya juga senang," tuturnya.

Selain itu, ada pula bibit tanaman vetiver yang dalam beberapa waktu terakhir sering disinggung presiden.

Ia meminta tanaman tersebut ditanam di wilayah yang memiliki potensi bencana banjir dan longsor. Tanaman tersebut diketahui memiliki kemampuan untuk menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah sehingga mencegah tanah longsor dan erosi.

"Akarnya 3-4 meter sehingga memperkuat tanah-tanah di kemiringan. Kita punya stok 50 juta bibit vetiver seperti ini yang akan terus kita bawa ke daerah-daerah yang sering longsor. Ini juga untuk di hulu dari waduk-waduk sehingga sedimen tidak masuk ke waduk," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT