15 February 2020, 15:05 WIB

Trailer Serigala Langit Mengudara


Bagus Pradana | Weekend

Serigala Langit rasa-rasanya bakal menjadi film yang sangat ditunggu-tunggu oleh publik pecinta kedirgantaraan Indonesia di tahun ini.

Rencananya, film tersebut akan tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 9 April 2020, bertepatan dengan HUT ke-74 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU).

Film produksi E-Motion Entertainment bekerja sama dengan TNI AU itu digadang-gadang akan menjadi film drama aksi yang berbeda dari film-film lokal pada umumnya, karena melibatkan sejumlah pesawat tempur andalan milik TNI AU yang khusus diterbangkan secara langsung untuk penggarapan film ini.

Pada Kamis (13/2), E-Motion Entertainment pun merilis teaser trailer berdurasi 30 detik untuk mengobati rasa penasaran khalayak.
Dalam teaser singkat tersebut, ditampilkan sosok Deva Mahendra yang memerankan karakter Gadhing Baskara yang sedang menjawab beberapa pertanyaan wawancara secara singkat. Ada pula Donny Damara selaku Marsekal Pertama Erik, sang Komandan Landasan Udara yang sedang memimpin apel singkat para penerbang 'Serigala Langit'.

Selain teaser trailer, E-Motion Entertainment juga merilis teaser poster yang menampilkan karakter Deva Mahendra yang sedang berada dalam kokpit pesawat.

Produser Serigala Langit Arnold J. Limasnax menyebutkan bahwa film ini memang dibuat untuk menunjukan kehebatan TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.

"Film ini mungkin merupakan film dengan skala produksi terbesar dari ide hingga cikal bakal cerita, dan didukung penuh oleh TNI AU. Ini suatu kebanggaan, karena untuk membuat film dengan skala produksi semacam ini tidak mudah, ini benar-benar fenomenal buat saya," terang Arnold.

"Kita ingin berkarya, ingin bersama-sama menunjukan kehebatan TNI AU, biar anak-anak muda ini dekat dengan TNI AU tapi lewat film yang komersil. Film yang bisa menghibur dengan drama yang orang mau nonton. Kita sampaikan itu ke AU dan tidak menyangka disambut dengan dukungan yang luar biasa ini," tambahnya.  

Kadispen TNI AU Marsekal Pratama (Marsma) Fajar Adriyanto mengungkapkan bahwa film Serigala Langit  selaras dengan program TNI AU, yaitu mempromosikan TNI AU kepada masyarakat. Sejalan dengan program tersebut, TNI AU siap memberikan dukungan penuh dalam penggarapan film itu.

"Kebetulan Dispen AU mempunyai program untuk mempromosikan TNI AU ke masyarakat, ini cocok sekali, sehingga ketika kami mendapatkan penawaran untuk membikin sebuah film segera kami bersepakat. Ini bertepatan dengan keinginan kami juga yang sedang ingin membuat film yang kekinian, tentang anak muda yang penuh perjuangan dan dedikasi. Apalagi hari ini kami sedang mebangun image untuk bela negara, jadi dengan adanya film ini bagi kami klop banget," terang Marsma Fajar Adriyanto dalam acara serupa.

Di samping Deva Mahendra dan Donny Damara, film Serigala Langit melibatkan sejumlah artis kenamaan Tanah Air seperti Bunga Jelitha, Yoshi Sudarso, Anya Geraldine, dan Dian Sidik. Selain itu beberapa jenis pesawat tempur milik TNI AU seperti F16, T50i, Sukhoi, Boeing, hingga pesawat carrier raksasa Harcules juga dipergunakan sebagai properti utama dalam film ini.

Film besutan sutradara Reka Wijaya tersebut menceritakan kisah seorang pilot pesawat tempur junior dari Skuadron Serigala Langit yang bernama Gadhing Baskara (Deva Mahendra). Prestasi dan rasa percaya dirinya yang berlebih membuatnya menjadi pribadi yang arogan, ia merasa dirinya merupakan penerbang yang berbakat yang mampu dengan mudah menyelesaikan misi-misi yang ditugaskan kepadanya. Namun, di balik pembawaannya yang arogan, Gadhing ternyata memiliki persoalan serius yang ia simpan seorang diri.

Sebagai salah satu pemeran dalam film ini, Deva Mahendra pun menceritakan pengalaman latihan terbang yang harus ia lalui bersama para penerbang dari TNI AU dalam penggarapan film Serigala Langit ini.

"Jadi kemarin pas coba terbang itu saya cuma sampai 5.5 G dengan empat kali rolling, katanya rolling itu yang paling bikin rawan muntah di atas. Kita juga sempat dilatih trik pernafasan untuk melawan G-Force, kalau kita nggak diajari teknik itu mungkin di atas itu kita bisa pingsan," kisah Deva. (M-2)

BERITA TERKAIT