15 February 2020, 05:00 WIB

Sterilisasi Pesawat dari Kontaminasi Virus


(Ihfa Firdausya/H-3) | Humaniora

Seorang petugas berpakaian putih serta tertutup menaiki tangga pesawat Airbus 330 milik Lion Group. Hazmat, sebutan untuk pakaian yang ia kenakan, dilengkapi dengan kacamata dan sarung tangan yang dapat melindungi tubuh dari kontaminasi virus.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) tersebut memasuki kabin pesawat yang lengang. Sesaat, ia mulai menyemprotkan tabung berisi cairan bernama aminopropyl dodcylpropane yang berguna membunuh virus. Dimulai dari bagasi kabin, kursi penumpang, hingga lantai koridor pesawat.

Petugas tersebut tengah melakukan simulasi disinfeksi ketika mensterilkan pesawat yang mengangkut para WNI dari Wuhan, Tiongkok, tempat asal covid-19 yang mematikan. Simulasi dilaksanakan di Batam Aero Technic di area Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, kemarin. Seperti diketahui, bandara tersebut menjadi tempat transit para WNI asal Wuhan yang akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Natuna, dua pekan yang lalu.

"Disinfeksi pesawat memakan waktu dua jam," jelas Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam Achmad Farchanny kepada awak media, kemarin. Di Batam, sebelum melanjutkan perjalanan ke Natuna, mereka disemprot cairan disinfektan untuk mensterilisasi ancaman virus. Ahmad menjelaskan, semprotan disinfeksi untuk orang menggunakan etil alkohol 70%.

"Setelah itu, kita lakukan cabin interior cleaning. Setelah pesawat dilakukan disinfeksi, sesuai dengan prosedur dari pabrikan, kita melakukan pelepasan HEPA filter. Ini mampu memfilter tingkat virus 0,03 mikron sampai efesiensi 99,97%," jelas CEO Batam Aero Technic I Nyoman Rai Pering Santaya.

Sterilisasi alat angkut yang memiliki risiko kesehatan masyarakat diatur dalam UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantianaan Kesehatan. Ada empat tindakan yaitu disinfeksi, dekontaminasi, disinseksi, dan/atau deratisasi. (Ihfa Firdausya/H-3)

BERITA TERKAIT