15 February 2020, 04:35 WIB

Didi Kempot Narkoba... ambyar!


Rosmery Sihombing | Hiburan

"ANAK muda bisa berprestasi tanpa narkoba, anak muda harus hebat, kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia itu hebat," ujar musikus campursari Didi Kempot, 53, seusai dinobatkan menjadi duta antinarkoba oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Heru Winarko, di Kantor BNN, Jakarta, kemarin.

Setelah menjadi duta antinarkoba, lanjutnya, mulai saat ini sebelum menyanyi di podium atau panggung, ia terlebih dahulu akan mengampanyekan bahaya narkoba buat generasi muda.

"Setelah menjadi relawan antinarkoba apa pesan yang disampaikan Kepala BNN kepada masyarakat luas juga akan saya suarakan setiap kali saya manggung. Terutama buat anak-anak muda yang belum pernah memakai atau kenal sama sekali dengan narkoba, lebih baik tidak perlu kenal. Bagi yang sudah memakai semoga segera sadar, untuk masa depan lebih baik. Lebih baik berpretasi tanpa narkoba," tambah Godfather of Broken Heart itu lagi.

Menurut pemilik nama Dionisius Prasetyo itu, dunia seni atau musik kerab dikaitkan dengan narkoba. Pasalnya, banyak kalangan selebritas yang ditangkap karena narkoba dan ditayangkan dalam berita, baik di media elektronik, media cetak, dan media daring.

"Pergelaran musik bisa tanpa narkoba. Kita bisa sukses, meraih semuanya tanpa narkoba. Kalau saya sih mending makan nasi pecel saja sudah enak. Menciptakan lagu bisa kok tanpa narkoba," ujar Didi disambut gelak tawa Heru yang duduk di sampingnya.

Didi mengaku sangat prihatin bila melihat anak muda tertangkap karena narkoba. "Mengapa anak muda mesti dengan narkoba, kalau kita ingin negara ini besar kita butuh rekan-rekan muda yang penuh semangat menjauhi hal-hal berbau narkoba. Kalau sampai terperosok ke hal-hal semacam itu, kita lihat di televisi, banyak generasi muda tertangkap.

Kasihanilah keluarga, diri sendiri, kasihanilah dan pandanglah merah putih setinggi langit supaya di mata dunia negara kita hebat," ujar pria kelahiran 31 Desember 1966 itu.

Di tempat yang sama, Heru mengatakan alasan pemilihan Didi Kempot sebagai duta BNN bukan karena ia berasal dari Solo, seperti dirinya. "Kita merangkul semua public figure untuk menyuarakan mengurangi dan meniadakan narkoba di Indonesia, khususnya bonus demografi pada 2035. Kita akan dapat bonus demografi dan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia keempat atau kelima. Syarat bonus demografi usia 10-30, 25 tahun lagi mereka akan berusia 35 tahun. Generasi mereka yang akan mengisi negeri ini. Kalau bonusnya kena narkoba, lah ambyar," ujar Heru.

Seusai acara penobatan, Didi pun didaulat menyanyikan beberapa lagu, di antaranya Pamer Bojo dan Sewu Kuto.

 

Penghargaan

Selain dinobatkan sebagai duta antinarkoba, musikus yang terkenal lewat lagu Pamer Bojo itu juga menerima penghargaan Terima Kasihku Kepadamu dari Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), yang seharusnya diterimanya pada Januari lalu.

PWKI memilih Didi karena lewat lagu-lagunya yang merakyat, Didi juga merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Lagu-lagu Didi dikenal di banyak daerah, bahkan di pelosok-pelosok Tanah Air.

"Terkait menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman, saya sering melakukannya. Misalnya, ketika di podium saya rangkul orang Papua, lalu saya ajak nyanyi bareng. Di Banjarmasin, dengan lagu Perawan Kalimantan, saya Jawa, ceweknya dari Banjarmasin. Lagu Jambu Alas bernuansa Sunda dan Jawa. Begitulah cara kita, seniman, menunjukkan sila Persatuan Indonesia yang ada dalam Pancasila," jelas Didi. (H-3)

BERITA TERKAIT