14 February 2020, 20:23 WIB

Wapres Minta Dakwah Harus Dalam Bingkai Kebangsaan


Antara | Humaniora

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin meminta khatib harus memiliki komitmen kebangsaan di tengah merebaknya ajaran radikalisme di kalangan umat Islam.

Wapres Ma'ruf menekankan ceramah agama yang disampaikan para khatib di setiap ibadah salat Jumat harus memuat nilai-nilai Pancasila dan prinsip NKRI.

"Pancasila telah disepakati sebagai ideologi bangsa dan dalam perspektif Islam, Pancasila merupakan kalimatun sawa yang berarti kesepakatan atau titik temu. Dengan adanya titik temu Pancasila itulah kemudian NKRI hadir," kata Ma'ruf Amin saat membuka Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wapres Jakarta, Jumat (14/2).

Baca juga: Cegah Bullying, Pengawasan pada Siswa Diminta untuk Ditingkatkan

"Dakwah kita harus dalam bingkai kebangsaan dan kenegaraan. Pancasila dan NKRI itu adalah kesepakatan. Oleh karena itu, kita tidak boleh membawa sistem lain selain NKRI, gaduh, saya terus terang saja misalnya khilafah," katanya.

Baca juga: Waspadai Kemarau Panjang untuk Minimalisir Dampak Karhutla

Wapres mengatakan, sistem khilafah, yang menerapkan Islam sebagai ideologi bernegara, secara otomatis akan tertolak di Indonesia, karena negara Indonesia sudah menyepakati Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Baca juga: 238 WNI di Natuna Dipastikan Sehat dan Siap Kembali ke Keluarga

"Ini bukan soal islami atau tidak islami. Jadi, kalau bicara khilafah itu tidak usah metenteng-metenteng (ngotot) begitu; proporsional saja. Sudah, selesai," katanya.

Oleh karena itu, sebagai salah satu hulu dari penyebaran ajaran Islam, Wapres Ma'ruf meminta para khatib untuk memiliki komitmen dalam menjaga keutuhan dan persatuan nasional dengan mengajak umat Islam meningkatkan toleransi, baik kepada sesama umat Islam maupun umat agama lain. (X-15)

BERITA TERKAIT