14 February 2020, 18:54 WIB

Sekda DKI Jakarta Sebut Surat ke Setneg Salah Ketik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

SEKRETARIS Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan akan mengirimkan lagi surat ke Kementrian Sekretariat Negara (Mensesneg) terkait rekomendasi Formula E di Monas.

Ia mengaku, Pemprov DKI melakukan kesalahan ketik dalam redaksional surat balasan yang dikirimkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Dalam surat tersebut Anies menuliskan sudah mengantongi rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI untuk menggelar Formula E di Monas. Padahal TACB melalui ketuanya Mundardjito tidak pernah dilibatkan.

"Nanti kita usulin perbaikan. (Isi) suratnya satu atau dua kalimat (menyatakan) permohonon maaf. Bahwa seharusnya (rekomensdasi) dari TSP (Tim Sidang Pemugaran). Jadi, ada kesalahan ketik itu," ungkap Saefullah saat ditemui di Gedung Balai Kota, Jakarta, Jumat (14/2).

Sekda menjelaskan bahwa tugas TACB ialah menilai kelayakan sebuah benda atau bangunan pantas masuk dalam kriteria cagar budaya atau tidak, yang nantinya diurutkan atau dirangking.

Sedangkan tugas TSP merekomendasikan pemanfaatan cagar budaya itu sendiri. Jika ada cagar budaya yang dilakukan pemugaran, maka mereka akan melalukan sidang.

"Jadi, ada kekeliruan dari tim teknis kita. Kami dapat penjelasan dari Kepala Dinas Kebudayaan bahwa tim ini dua-duanya merupakan tim kelompok ahli yang dibina oleh pemrov DKI Jakarta sesuai dengan amanat undang-undang. Ketika dimasukkan di format surat, salah persepsinya, jadi mestinya (diketik) TSP malah TACB," jelas Saefullah.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjutak menilai balapan Formula E sedari awal sudah cacat administrasi. Ia meminta Setneg menarik rekomendasi soal perheletan Formula E di Monas.

"Surat Gubernur itu adalah cacat administrasi dan cacat hukum. Kan sudah dibantah oleh ketuanya," kata Gilbert dalam keterangan resminya. (OL-4)

BERITA TERKAIT