14 February 2020, 17:40 WIB

Wapres: Khatib Jangan Kobarkan Dakwah Intoleran


Emir Chairullah | Politik dan Hukum

PARA khatib diharapkan tidak mengobarkan dakwah atau ceramah bernada intoleran kepada jamaahnya. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan, sikap intoleransi yang dibangun bisa berakibat munculnya gejala radikalisme yang mengarah ke terorisme.

“Dalam khotbah jangan bangun narasi permusuhan seakan kita masih perang dengan Belanda,” kata Wapres Ma’ruf saat membuka Rakernas dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (14/2).

Seharusnya, tambah Wapres, khatib berusaha membawa kemanfaatan dalam perbaikan kehidupan masyarakat. Apalagi setiap omongan khatib berpotensi memengaruhi cara berpikir dan bertindak masyarakat. “Perlu diarahkan ceramahnya agar bisa memberi manfaat,” ujarnya.

Karena itu, ujarnya, khatib jangan menimbulkan kegaduhan di masyarakat melalui ceramah yang provokatif. Ma’ruf mengatakan, dakwah harus berada dalam bingkai kenegaraan dan kebangsaan. Komiten ini harus dimiliki para khatib. Karena itu khatib omongannya betul-betul harus bawa kemaslahatan, kemanfaatan, perbaikan untuk dunia dan agama,” tegasnya.

Menurut Ma’ruf, Indonesia sudah memiliki komitmen sebagai Negara Kesatuan NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negara. "Karena itu, maka dalam perspektif Islam, artinya kesepakatan, titik temu. Saya sebutnya negara kesepakatan," ujarnya. (M-4)

BERITA TERKAIT